Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Koalisi Klaim tak Persoalkan Prabowo

Selasa 22 Oct 2019 08:21 WIB

Red: Budi Raharjo

Bertemu Presiden Jokowi. Ketum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Waketum Gerindra Edhy Prabowo tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin (21/10).

Bertemu Presiden Jokowi. Ketum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Waketum Gerindra Edhy Prabowo tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin (21/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Prabowo menyebut dirinya diminta mengisi kursi kabinet di bidang pertahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai politik koalisi pendukung Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin angkat bicara terkait penunjukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai menteri Kabinet Kerja jilid II. Koalisi mengaku, menghormati keputusan Jokowi.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pemilihan menteri merupakan hak prerogatif Presiden. "Kita hormati hak itu karena memang Presiden yang mengambil keputusan," kata Hasto, di Jakarta, Senin (21/10).

Hasto yakin Jokowi telah mempertimbangkan dengan matang terkait nama-nama yang akan mendampinginya sebagai pembantunya. Kendati demikian, Hasto mengatakan, PDIP sebagai pengusung utama Jokowi-KH Ma'ruf tetap bertanggung jawab untuk memberikan makna hidup ideologi dari setiap susunan dan nomenklatur.

Dia mengatakan, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini juga memiliki tanggung jawab terhadap program prioritas yang ada di setiap kementerian. Hasto yakin keputusan Jokowi untuk memasukkan Gerindra serta ketua umumnya ke dalam koalisi tidak akan mengganggu harmonisasi Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Menurut dia, parpol yang tergabung dalam KIK akan memahami pertimbangan-pertimbangan yang diambil Presiden ketika memutuskan untuk memperluas Indonesia kerja. "Karena semangat gotong royong inilah yang sebenarnya menjadi jiwa bagi bangsa," katanya.

Politikus Partai Nasdem Rachmat Gobel mengaku, tak mempermasaahkan terkait kemungkinan Prabowo menjabat menteri. "Saya kira Pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan yang baik," kata wakil ketua DPR tersebut di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.  Menurut dia, Jokowi ingin mengajak semua orang untuk bergabung dan membangun Indonesia.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hadir di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (21/10), pukul 16.10 WIB. Prabowo adalah tokoh ke-11 yang hadir pada 'hari pengenalan menteri' kabinet baru di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin.
Prabowo menyebut bahwa dirinya diminta mengisi kursi kabinet di bidang pertahanan. "Saya, beliau izinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo. n rizkyan adiyudha/febrianto adi saputro,
ed: satria kartika yudha

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA