Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

BPBD Banjarnergara Imbau Warga Waspada Angin Kencang

Selasa 22 Okt 2019 10:36 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah warga melihat rumah yang ambruk akibat angin kencang di kawasan kaki Gunung Merbabu, Desa Ketundan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah, Senin (21/10/2019).

Sejumlah warga melihat rumah yang ambruk akibat angin kencang di kawasan kaki Gunung Merbabu, Desa Ketundan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah, Senin (21/10/2019).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Imbauan dilakukan berdasarkan laporan BMKG terkait potensi angin kencang.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengimbau warga memangkas pohon yang rawan tumbang. Hal ini dilakukan guna menghindari kemungkinan terjadinya bencana saat angin kencang datang.

"Menyusul adanya pemberitahuan dari BMKG terkait potensi angin kencang selama dua hingga tiga hari ke depan, maka warga diimbau memangkas pohon yang rawan tumbang," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman, Selasa (22/10).

Dia juga menyarankan warga memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan rumah atau tiang listrik. Menurutnya, saat angin kencang datang tidak roboh dan menimpa rumah atau tiang listrik.

Baca Juga

Saat angin kencang datang, menurut dia, pohon dengan 10 meter lebih dan sudah tua biasanya rawan tumbang. Pihaknya juga akan menyampaikan informasi mengenai potensi angin kencang ke seluruh warga Banjarnegara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi mengimbau warga mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Tengah, termasuk di wilayah Banjarnegara. Berdasarkan analisis BMKG, kejadian angin kencang secara umum disebabkan olehadanya pengaruh monsun Australia dan adanyamassa udara dari arah timur-tenggara yang mengalir kuat melewati wilayah Jawa Tengah.

"Imbasnya adalah ke wilayah Jateng Bagian Selatan hingga Jawa Tengah bagian Tengah mengalami angin yang kencang," katanya.

Dia menambahkan, adanya lereng hingga puncak pegunungan Dieng, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan Gunung Slamet sangat berpengaruh terhadap kecepatan angin. Kemudian, kecepatan angin di sisi selatan gunung atau pegunungan tersebut kecepatan anginnya lebih tinggi dibanding sisi Utara dari Gunung atau pegunungan tersebut," katanya.

"Bila massa udara dari arah timur-tenggara tersebut membawa cukup air, maka akan berpotensi membentuk awan-awan hujan yang bersifat lokal," ujar Setyoajie.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA