Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Polisi: Masih Ada Satu DPO dalam Kasus Ninoy Karundeng

Selasa 22 Oct 2019 23:22 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Masjid Al Falah, Pejompongan ini menjadi buah bibir lantaran diduga jadi lokasi pemukulan, penyekapan hingga persekusi terhadap Ninoy Karundeng. (ilustrasi)

Masjid Al Falah, Pejompongan ini menjadi buah bibir lantaran diduga jadi lokasi pemukulan, penyekapan hingga persekusi terhadap Ninoy Karundeng. (ilustrasi)

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Inisialnya SA yang turut terlibat dalam kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya kini tengah memburu satu orang berinisial SA yang turut terlibat dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng. SA merupakan suami dari dokter Insani Zulfah Hayati alias INS alias IZH. IZH telah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama dan kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Baca Juga

"Perannya memberikan komando untuk melakukan penganiayaan dan intimidasi terhadap korban sampai dengan saat korban, Ninoy Karundeng, dipulangkan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Mukti di Polda Metro Jaya, Selasa (22/10).

Dedi menegaskan akan mengejar SA sampai kapanpun hingga yang bersangkutan tertangkap atau menyerahkan diri. "Tidak ada kedaluwarsa dalam pencarian. Kami imbau akan lebih baik apabila yang bersangkutan sadar, insaf dan menyerahkan diri," kata Dedi

Meski demikian Dedi juga tidak mempermasalahkan apabila SA tidak mau menyerahkan diri. Dia memastikan akan menyeret SA ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Kalau pun tidak menyerahkan diri, tidak masalah karena kami pihak kepolisian akan melakukan berbagai cara upaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk mendapatkan yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan sidang pengadilan," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ninoy Karundeng disekap dan dianiaya sekelompok orang saat memotret orang-orang yang terkena gas air mata saat aksi demo Senin, (30/09). Para pelaku yang curiga dengan aksi Ninoy kemudian menanyakan apa tujuannya dia mengambil gambar tersebut.

Salah satu orang tersebut kemudian merampas ponsel Ninoy dan menemukan konten yang tidak disenangi para pelaku. Akibatnya Ninoy dibawa para pelaku ke Masjid Al Falaah di Pejompongan, Jakarta Pusat yang berada di dekat lokasi Ninoy mengambil gambar. Di sana Ninoy sempat disekap dan dianiaya.

Ninoy kemudian dipulangkan ke rumahnya oleh para pelaku. Keesokan harinya pada Senin (1/10) Ninoy melaporkan kejadian itu pada Selasa (2/10). Polisi sudah menetapkan 15 tersangka dalam kasus tersebut. Ke-15 tersangka itu adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, Bernard Abdul Jabbar yang juga Sekjen PA 212, Jerri, dan Dokter Insani.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA