Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Warga Keluhkan Suhu Jakarta 38 Derajat Celsius

Rabu 23 Oct 2019 00:16 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga menghalau sinar matahari dengan tangannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Warga menghalau sinar matahari dengan tangannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Panasnya Jakarta disebabkan gerak semu matahari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat di wilayah DKI Jakarta mengeluhkan suhu panas yang akhir-akhir ini meningkat hingga 37 derajat Celsius, Selasa (22/10). Bahkan aplikasi cuaca di ponsel, berdasarkan pantauan Republika.co.id, Selasa siang, menunjukkan suhu 38 derajat Celsius.

"Iya panas banget, bahkan kemarin sampai 37 derajat kan ramai di media sosial. Tapi gimana harus beraktivitas di luar ruangan, mau ga mau deh," kata Delicia salah satu warga yang beraktivitas di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, saat ditemui Antara, Selasa.

Senada dengan Delicia, Anton warga Jakarta lainnya, yang ditemui Antara saat beraktivitas di luar ruangan mengeluhkan suhu Jakarta yang memanas sejak Senin (21/10). "Panasnya yang sekarang menyengat banget sih, kulit pun rasanya terbakar. Cuma gimana butuh cahaya matahari untuk ambil gambar," kata Anton yang melakukan hunting foto di Lapangan Banteng.

Selain Delicia dan Anton, ada juga Melissa yang mengeluhkan panasnya suhu Jakarta dalam waktu dua hari terakhir. "Panas banget, mau lap wajah pakai tisu basah biar adem taunya tisu basahnya hangat. Tadi bawa minum air dingin, waktu ditaruh sebentar di luar langsung jadi air hangat," kata Melissa sambil sedikit tertawa.

Berdasarkan keterangan pers dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), panasnya suhu di Jakarta ternyata dirasakan juga di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Hal ini disebabkan gerak semu matahari yang sejak September bergerak melalui daerah khatulistiwa menuju bumi bagi selatan.

"Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo.

Oleh karena itu, BMKG menyarankan masyarakat sering menghidrasi tubuh dengan meminum air putih dan menggunakan pakaian yang melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA