Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pertamina Inventarisasi Kerusakan Pascakebakaran Pipa BBM

Rabu 23 Oct 2019 14:28 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Esthi Maharani

Foto udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019).

Foto udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Area kebakaran masih dipasangi garis polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- PT Pertamina (Persero) masih menginventarisasi data pascainsiden terbakarnya pipa BBM di sekitaran Tol Purbaleunyi KM 130 jalur A, Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Selasa (22/10) siang kemarin. Pendataan ini, terkait kerusakan dan kerugian materi dampak dari kebakaran tersebut.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, mengatakan, saat ini pihaknya masih menginventarisasi kerugian dari kebakaran tersebut. Tak hanya itu, jajarannya juga belum bebas mengecek lokasi karena area kebakaran masih dipasangi garis polisi.

"Kita masih menghitung kerusakan dan kerugian. Termasuk, dampaknya bagi masyarakat sekitar," ujar Dewi, kepada Republika, Rabu (23/10).

Karena itu, lanjut Dewi, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk aparat kepolisan, supaya bisa segera mengetahui kerusakannya. Dari situ baru bisa diprediksi perbaikannya, akan seperti apa. Lalu, kerugiannya sebesar apa.

Terkait dengan dampak lingkungan, termasuk adanya areal persawahan milik warga yang terkena imbas kebakaran itu, Dewi mengakui benar adanya. Akan tetapi, sejauh ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah lingkungan yang terdampak akan segera diberi kompensasu atau tidak.

"Kita akan koordinasikan dengan pihak KCIC. Sebab, Pertamina juga dalam insiden ini adalah korban," jelas Dewi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA