Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tak Ada di Kabinet Jokowi, PAN Tolak Disebut Oposisi

Rabu 23 Okt 2019 15:00 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno saat diwawancarai di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Rabu (22/8).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno saat diwawancarai di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Rabu (22/8).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
PAN menolak adanya dikotomi koalisi dan oposisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak ada nama Poltikus PAN dalam formasi Kabinet Indonesia Maju yang baru saja dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/10). Kendati demikian, PAN menolak disebut sebagai oposisi, meski tak menjadi bagian pemerintahan.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, PAN menolak adanya dikotomi koalisi dan oposisi. Menurut dia, ada tidaknya PAN di dalam kabinet tidak lantas menentukan sikap partai termasuk PAN. Eddy menegaskan, PAN mendukung pemerintahan Jokowi.

"Kita tidak mengenal koalisi lagi ya, kita sekarang semuanya sudah campur baur merah putih tidak ada dikotomi lagi bahwa ada koalisi atau eks koalisi oposisi itu tidak ada lagi," ujar Eddy di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (23/10).

Menurut Eddy, sejak usai Pilpres 2019, PAN menyatakan akan mendukung pemerintahan Jokowi - Ma'ruf selaku presiden dan wakil presiden terpilih. Dukungan itu baik di dalam maupun di luar pemerintahan.

"Itu sama saja, kita tetap akan mendukung semua kebijakan rakyat yang positif, tapi kita memberikan ruang bagi PAN untuk bisa memberikan masukan yang konstruktif kritis dan objektif," kata Eddy Soeparno.

Eddy mengklaim, sedari awal, PAN tak mengharapkan posisi apapun. PAN sadar diri sebagai partai yang tak mendukung Jokowi - Ma'ruf dalam kontestasi Pilpres. Maka itu, ketika setelah Pilpres PAN mendukung Jokowi - Ma'ruf, sikap itu diklaim Eddy sebagai sebuah keputusan politik yang wajar.

PAN pun menyatakan, siap bekerja sama di bidang apapun dengan pemerintah, bila memang diperlukan. "Saya kira tutup saja ruang dikotomi ini partai eks 01 dan eks 02 tidak ada. Kita sekarang melebur, kita bekerja dengan merah putih. Semua kita lakukan bergandengan tangan bahu membahu," ujarnya.

Nasib PAN berbeda dengan Gerindra yang mendapat dua jatah menteri dari Jokowi. Namun menurut Eddy, PAN tak mau bersikap negatif soal hal tersebut. Ia menyatakan, PAN mengapresiasi dan menghormati langkah yang diambil oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi.

"Selamat bekerja Pak Prabowo, Edhy Prabowo dan teman lainnya yang dilantik hari ini," ucap Eddy.

Sikap PAN berbeda pula dengan sikap PKS, satu-satunya partai yang menegaskan diri sebagai oposisi. Eddy Soeparno pun menyatakan, partainya tak ambil pusing dengan sikap tersebut.

"PAN kan memiliki pandangan tersendiri, yang disampikan pak Zulhas itu bentuk pandangan resmi partai dan itu yang akan kita jalankan ke depannya," ujar Eddy Soeparno.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA