Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

BPBD Karawang Masih Pantau Bekas Kebakaran Lereng Gunung

Rabu 23 Oct 2019 15:47 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Kebakaran di gunung / Ilustrasi

Kebakaran di gunung / Ilustrasi

Foto: Antara/Budi Candra Setya
Upaya pendinginan telah dilakukan untuk mencegah suhu panas kembali memicu titik api.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Kebakaran yang melanda hutan di lereng Gunung Cengkik dan Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang telah berhasil dipadamkan. Kebakaran yang terjadi sejak Senin (21/10) siang berhasil padam pada Selasa (22/10) petang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Asep Wahyu mengatakan sekitar pukul 18.00 WIB titik api yang masih menyala dipastikan sudah tidak ada. Meski demikian, pihaknya masih memantau ketat lokasi bekas kebakaran tersebut.

“Sampai hari ini dipantau terus karena masih ada bekasnya,” kata Asep saat dikonfirmasi Republika, Rabu (23/10).

Asep menuturkan upaya pendinginan telah dilakukan untuk mencegah suhu panas kembali memicu titik api. Sejak semalam petugasnya terus berupaya mensterilkan lokasi.

Ia menambahkan saat ini lokasi kejadian masih dijaga petugasnya dibantu aparat kepolisian dan TNI. Garis polisi masih terpasang guna mencegah warga sekitar mendekat ke lokasi karena dianggap masih berbahaya.

“Warga diimbau tidak mendekat ke lokasi,” ujarnya.

Ia belum mengetahui penjagaan dan pemantauan ini sampai kapan dilakukan. Menurutnya petugas di lapangan akan memastikan terlebih dahulu bekas kebakaran sudah aman.

Dalam keterangan sebelumnya, Camat Tegalwaru Mahpudin mengatakan kebakaran terjadi akibat dipicu cuaca panas dan angin kencang. Kebakaran diawali di lereng Gunung Cengkik yang kemudian merambat hingga lereng Gunung Sirnalanggeng.

“Penyebabnya karena lahan mengering dan angin cukup kencang saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya lereng gunung dengan luas sekitar 50 hektar terbakar. Petugas pun sempat kesulitan memadamkan api karena akses ke lokasi yang sulit. Mobil pemadam kebakaran yang tidak bisa mendekat akhirnya membuat petugas melakukan pemadaman dengan cara manual hingga lebih dari satu hari.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA