Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

PKPI Ikhlas tak Dapat Jatah Menteri

Rabu 23 Oct 2019 18:12 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Faisal Malik Hendropriyono

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Faisal Malik Hendropriyono

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Diaz Hendropriyono berharap Kabinet 2019-2024 bisa menjalankan tugas dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tak mempermasalahkan komposisi menteri yang dipilih Presiden Joko Widodo pada hari ini. PKPI memastikan tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

Baca Juga

"Kabinet 2019-2024 telah diumumkan oleh Presiden RI. Saya yakin susunan tersebut sudah dipikirkan secara sangat matang oleh Presiden RI, dan artinya para tokoh yang duduk di kursi kabinet adalah mereka yang terbaik," kata Ketum PKPI Diaz Hendropriyono dalam siaran pers, Rabu (23/10).

Ia menekankan PKPI sudah berkomitmen sejak awal bukan hanya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Amin sebagai presiden dan wakil presiden, tetapi juga untuk mengawal jalannya pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk komitmen dari dukungan politik tanpa syarat.

"Sementara itu, saya akan terus berjalan ke depan mengabdikan hidup saya untuk masyarakat melalui berbagai passion saya selama ini: kegiatan sosial, pendidikan politik, lingkungan hidup, budaya dan seni," kata dia.

PKPI gagal menempatkan satu pun Calegnya di Senayan pada Pileg 2019. Perolehan suara PKPI tak sampai 1 persen sehingga Diaz memilih membesarkan PKPI dan membangun kesejahteraan para kader yang telah berjuang untuk PKPI.

"Semoga Kabinet 2019-2024 bisa menjalankan tugasnya dengan baik agar bangsa Indonesia dapat lebih maju, makmur dan sejahtera selamanya," sebutnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA