Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Mayat Pria dengan Kepala Tertutup Kain di Tol Pandaan, Pembunuhan?

Rabu 23 Okt 2019 21:56 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

Lagi, mayat pria ditemukan dengan kepala tertutup di tol Pandaan-Malang.

jatimnow.com - Mayat pria yang ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat tali tambang serta kepala tertutup kain, di KM 72.400, Jalan Tol Pandaan-Malang, Rabu (23/10/2019. Diduga kuat korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara mengatakan, dugaan itu diperkuat berdasarkan posisi tubuh korban yang meninggal dunia secara tidak wajar.

"Ya, diduga kuat pembunuhan. Tapi kami menunggu hasil autopsi dari rumah sakit," terang Dewa.

Untuk membuktikan hal tersebut, Tim Inafis Polres Pasuruan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit (RS) Pusdik Sabhara Porong, untuk proses visum et repertum hingga autopsi.

Baca juga:  Mayat Pria dengan Kepala Tertutup Kain Ditemukan di Tol Pandaan

"Untuk luka, kami belum tahu. Soalnya belum kami sentuh (jenazah). Nanti dibuka dan dianalisa oleh Tim Dokter Forensik," tegasnya.

Saat ditemukan, mayat pria tanpa identitas itu dalam kondisi kepala tertutup kain, leher dan tangan terikat tali tampar.

"Yang menguatkan jika korban ini tewas dibunuh, karena saat ditemukan, jenazah korban ini dalan keadaan terikat," tambahnya.

Terkait identitas korban, Dewa menyebut bila Tim Inafis masih mencari kebenaran atas dugaan identitas korban yang ditemukan.

"Beberapa orang yang kemungkinan besar merupakan keluarga korban sudah kami hubungi dan akan datang ke RS Pusdik Sabhara Porong, untuk memastikan kebenaran identitas jenazah," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA