Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Prabowo Diyakini Punya Komitmen Bangun Penguatan Pertahanan

Rabu 23 Okt 2019 20:52 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Khofifah menilai Prabowo telah menunjukkan sikap kenegarawannya dengan jadi menhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur khofifah indar parawansa berpendapat, prabowo subianto telah menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan bersedia dijadikan menteri Pertahanan pada kabinet jokowi -Maruf Amin. Menurut Khofifah, dijadikannya Prabowo sebagai menteri Pertahanan merupakan bagian dari penguatan pertahanan Indonesia.

Baca Juga

"Karena dulu dalam kampanyenya beliau debatnya sempat menyampaikan bahwa pertahanan di Indonesia lemah. Ketika beliau berkenan menjadi komandan di situ kita harus memberikan support, apresiasi kepada beliau," ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (23/10).

Khofifah pun meyakini, Prabowo Subianto telah mengantongi titik-titik pertahanan di Indonesia yang dianggapnya lemah, seperti yang diutarakan dalam debat capres. Karena itu, Khofifah percaya, Prabowo bakal mempunyai komitmen untuk membangun penguatan pertahanan Indonesia.

"Terkait titik-titik mana yang beliau berkesimpulan bahwa ini lemah, saya rasa beliau akan punya komitmen untuk membangun penguatan pertahanan," kata Khofifah.

Khofifah melanjutkan, keputusan Prabowo yang bersedia menduduki menteri pada pemerintahan Jokowi-Maruf, semestinya membuat lega masyarakat Indonesia. Karena menurutnya itu merupakan sikap yang baik, yang ketika kompetisi telah selesai, tetap harus bersedia bersama-sama membangun Indonesia.

"Legalah masyarakat juga, bahwa itulah contoh yang baik bahwa proses kompetisi sudah selesai. Maka yang harus dibangun tidak hanya sekedar rekonsiliasi tapi bagaimana bersama-sama melakukan afirmasi percepatan-percepatan bisa dibangun karena masing-masing punya akses yang cukup kuat dan cukup besar," kata Khofifah.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA