Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Warga Tasikmalaya Olah Sampah Jadi Pupuk Organik Cair

Rabu 23 Oct 2019 22:42 WIB

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com

Siapa bilang sampah tidak bermanfaat?
<p>TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Siapa bilang sampah tidak bermanfaat? Jika diolah dengan baik, sampah rumah tangga bisa berguna untuk dijadikan pupuk seperti yang dilakukan warga RW 4, Cikalang Girang, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Mereka mengembangkan pupuk organik cair dari sampah sayuran, buah buahan, dan makanan bekas. "Kita coba mengembangkan pupuk organik cair dan ini sudah berjalan beberapa bulan ke belakang. Ini salah satu cara penanganan sampah di wilayah kami," ujar salah seorang warga, Aep Saepuloh Rabu, (23/10/2019).

AYO BACA : Indonesia Hasilkan 13 Juta Ton Sampah Makanan Per Tahun

Aep menambahkan, langkah itu dimulai dari keseriusan warga dalam mengelola sampah. Warga Cikalang kemudian menyulap sampah organik menjadi pupuk cair dan padat. Proses perubahan itu dibantu alat komposter yang diterima 4 bulan lalu dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Hampir setiap hari, kata Aep, ia dan warga lainnya memilah dan memisahkan sampah bekas buah-buahan dan sayuran dengan sampah lainnya. Sampah basah itu di cincang hingga kecil, lalu di masukkan ke dalam komposter.

AYO BACA : Pemkab Purwakarta Canangkan Penggunaan Kendi Kurangi Sampah Plastik

"Panen pertama untuk pupuk cairnya itu, 17 hari setelah penyimpanan sampah. Dikarenakan harus menunggu permentasi pupuk. Namun itu hanya pertama kali saja, ke sininya bisa panen setiap hari," katanya.

Rata-rata, lanjut Aep, dua karung sampah basah bisa menjadi pupuk cair sebanyak 5 botol isi 1,5 liter. Dalam waktu sehari, komposter bisa membuat hingga 5 botol pupuk.

Harga yang ditawarkan pun cukup murah yakni Rp5.000 untuk satu botol. Jika dalam satu hari bisa menghasilkan 5 botol pupuk cair, maka penghasilan yang didapatkan warga dalam satu harinya sebesar Rp 25 ribu.

"Lumayan dari sampah bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana ada kemauannya saja, karena ini cukup mudah. Kita tidak mengeluarkan modal," ucapnya.

Aep menyebutkan, pupuk cair cocok digunakan dan bisa menjadi solusi di musim kemarau seperti saat ini. Pupuk bisa menggemburkan tanah yang padat.

AYO BACA : Armada Truk Pengangkut Sampah Bekasi Jauh dari Ideal

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA