Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

4 Harapan PP Muhammadiyah untuk Kabinet Indonesia Maju

Kamis 24 Oct 2019 01:08 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

Pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

Pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Pelantikan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Muhammadiyah minta menteri baru Kabinet Indonesia Maju jangan belajar terlalu lama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyimpan harapan terhadap menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Maju. “Ada empat harapan positif Muhammadiyah kepada para menteri,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Rabu (23/10).

Pertama, PP Muhammadiyah berharap menteri membuktikan integritas tinggi selaku pejabat publik, serta menjujung tinggi moralitas yang jujur, amanah, dan menampilkan keteladanan. Dia mengingatkan, menteri bukan hanya pejabat negara biasa, tetapi menjadi tumpuan sekaligus sorotan publik atas integritas rohani dan etik yang luhur.

Selain itu, menteri juga harus membuktikan kepemimpinan yang berkarakter, bukan sekadar ahli apalagi menjadi tukang teknis. Sebagai pembantu presiden, dia meyakini, menteri dan pejabat setingkat menteri menjalankan tugas kenegaraan dan eksekutif sesuai tupoksinya.

“Kematangan mental diperlukan, bukan sekadar mengandalkan keahlian tertentu,” ujar Haedar.

Kedua, PP Muhammadiyah berhadap menteri bekerja dalam koridor konstitusi dan sistem good governance yang tinggi. Dia berharap menteri tidak menabrak aturan, termasuk harus menjauhi korupsi dan penyalahgunaan wewenang agar lima tahun mendatang tidak ada yang tersangkut perkara hukum dan terjerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PP Muhammadiyah percaya terhadap sikap taat asas para pejabat negara itu demi kesuksesan menjalankan amanat. Dia menyarankan menteri menjadikan kementrian yang dipimpin benar-benar berstandar sistem yang objektif, meritrokrasi, dan ada hasil yang nyata.

Menurut dia, menteri jangan hanya mengejar popularitas atau populisme yang kelihatan menyenangkan di mata publik. Tetapi tidak membuahkan langkah nyata bagi kemajuan dan kesuksesan  menjalankan tugasnya.

“Tugas dan tantangan setiap kementerian tengah menghadang di depan yang memerlukan political-will yang kuat,” kata Haedar.

Ketiga, PP Muhammadiyah berharap menteri bekerja secara profesional dan penuh pengkhidmatan tinggi bagi bangsa dan negara. Menurut dia, para menteri harus benar-benar menguasai bidangnya secara optimal.

Dia mengingatkan, Indonesia dituntut semakin maju sebagaimana nama Kabinet Indonesia Maju. Dia juga berharap menteri dan pejabat harus sudah selesai dengan dirinya, sehingga yang dipikirkan dan diperbuat sepenuhnya untuk bangsa dan negara bukan untuk diri atau kroninya.

“Para menteri itu perlu menunjukkan tanggung jawab yang melekat dengan profesionalismenya dalam bentuk kerja yang optimal, serta pemihakan tinggi terhadap hajat hidup rakyat,” ujar Haedar.

Keempat, menurut dia, kontrol dari masyarakat luas secara positif dan konstruktif tetap penting. Agar para menteri bebar-benar menjalankan tugas dengan baik dan dirasa hasilnya oleh rakyat dan negara.

Dia meminta publik tidak “meninabobokan” para pejabat negara dengan pujian-pujian atau kekaguman-kekaguman yang berlebihan, termasuk bagi menteri muda. Alasannya, mereka harus membuktikan benar-benar mampu bekerja dan sukses dalam bidang tugasnya. Selain itu, dia mengatakan para menteri baru jangan belajar terlalu lama, karena harus berlomba dengan waktu dan pekerjaan nyata.

“Bantu mereka dengan sikap positif dan wajar. Karena para pejabat negara tersebut baru memulai untuk bekerja yang di hadapannya banyak masalah berat dan penuh tantangan,” kata Haedar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA