Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Sejumlah Tantangan Wishnutama Sebagai Menteri Pariwisata

Kamis 24 Okt 2019 02:38 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Indira Rezkisari

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Wishnutama diharap mendorong peningkatan promosi dan inovasi promosi pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat Pariwisata Indonesia Taufan Rahmadi menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kabinet Indonesia maju. Taufan menilai Wishnu merupakan sosok profesional yang dikenal memiliki sejumlah terobosan dalam setiap memimpin korporasi.

"Tapi ingat, pariwisata tentunya berbeda dengan iklim yang ada di sebuah korporasi. Pastikan sepuluh destinasi pariwisata prioritas berjalan sesuai rencana," ujar Taufan saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (23/10).

Taufan optimistis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tangan Wishnu akan mendorong peningkatan promosi dan inovasi promosi. "Kalau soal promosi, Pak Wishnu ahlinya, digital tourism akan berkembang dan jadi tukang punggung dari promosi kita," lanjut Taufan.

Meski begitu, Taufan mengingatkan kepada Wishnu untuk meningkatkan belanja wisatawan atau spending dan lama menginap. "Jangan sampai promosi besar-besaran tapi tidak sebanding dengan belanja dan lama menginap wisatawan," kata Taufan.

Mantan Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga berharap Wishnu mampu mendorong Kemenpar dan Ekraf untuk naik kelas dan masuk pada kementerian dengan kategori prioritas. Pasalnya, Presiden Jokowi telah menyampaikan pariwisata merupakan sektor prioritas.

"Kita berharap banyak destinasi yang dari segi sapta pesona kebersihan, pelayanan, keamanan, masih kurang berikan kenyamanan kepada wisatawan perlu fokuskan hal tersebut," ucap Taufan.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA