Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Posisi Menteri BUMN Harus dari Kalangan Profesional

Kamis 24 Oct 2019 09:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan buku laporan kinerja kepada Menteri BUMN Erick Thohir pada acara serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10).

Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan buku laporan kinerja kepada Menteri BUMN Erick Thohir pada acara serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10).

Foto: Republika/Prayogi
Posisi menteri BUMN sebaiknya bukan dari partai.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, posisi di pucuk pimpinan BUMN tak selayaknya diisi dari orang-orang yang berlatar belakang partai. Kementerian tersebut menurutnya harus diisi oleh kalangan profesional. 

Baca Juga

Sebelum menjadi menteri, Erick Thohir memang dikenal sebagai pengusaha yang hobi di bidang olahraga. Hobinya itu juga dia salurkan dalam dunia usaha dengan membeli sejumlah klub olahraga di sektor basket dan sepak bola.

"Seperti BUMN ini, mohon maaf, harus benar-benar dipercaya presiden dan tidak punya background partai," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). 

Meski demikian pihaknya tak mempermasalahkan kalangan yang berasal dari partai untuk bergabung dan berkontribusi di BUMN. Hal itu dengan catatan dapat memberikan nilai positif dan baik bagi kementerian tersebut. Erick menilai, kontribusi kalangan partai di BUMN harus terukur dan kinerjanya perlu profesional. 

Meski tak menginginkan posisi menteri BUMN diisi orang partai, Erick mengaku tak alergi dengan kalangan itu. Apalagi selama orang-orang partai dapat bersinergi dengan baik dengan kementerian yang dipimpinnya. 

"Asal win-win. Contohnya kalau kita berpartner dengan swasta dan asing, kalau kita rugi kan ngapain berpartner. Begitu juga dengan BUMN," ungkapnya. 

Erick resmi dilantik sebagai menteri, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10). Dia dikenal sebagai pengusaha nasional yang meraih gelar sarjananya dari Glendale University, Amerika Serikat. Erick kemudian melanjutkan program master untuk Bisnis Administrasi dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat pada 1993.

Keterlibatan Erick dalam binis media mulai terlihat dari rekam jejaknya yang terlibat di beberapa perusahaan. Antara lain PT Republika Media Mandiri, Jak TV, Gen FM, Delta FM, dan Female Radio. Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri dan Aplikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Di luar media, pihaknya juga merambah bisnis olahraga dengan pernah menjadi pemilik klub Inter Milan di Liga Italia pada 2013. Dia juga dikenal sebagai Ketua Inasgoc dan sukses mengelola perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA