Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Jokowi: Jangan Korupsi!

Kamis 24 Oct 2019 08:18 WIB

Red: Budi Raharjo

Pengenalan Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Maruf Amin, dan  jajaran Kabinet Indonesia Maju berfoto usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10).

Pengenalan Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Maruf Amin, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju berfoto usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Presiden Jokowi berpesan kepada menteri Kabinet Indonesia Maju agar bekerja keras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dan melantik sebanyak 34 anggota Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10). Presiden juga menyampaikan sejumlah pesan kepada para menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik kemarin.

"Saya telah perintahkan seluruh kabinet yang sudah saya umumkan. Yang pertama, jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi," ujar Jokowi setelah mengenalkan seluruh jajaran menterinya, Rabu.

Jokowi juga meminta agar seluruh menterinya bekerja serius. Presiden mengancam untuk mencopot atau mengganti menteri di tengah jalan bila ada yang terindikasi tidak serius bekerja.

Jokowi juga menekankan, tidak boleh ada visi dan misi menteri, hanya boleh ada visi dan misi presiden semata. "Jangan terjebak pada rutinitas monoton, dan bekerja dengan orientasi hasil nyata," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengumumkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 setelah selama dua hari sebelumnya memanggil sejumlah tokoh ke Istana Negara (lihat infografis di ha laman 2). Sebanyak 15 pejawat kembali masuk dalam susunan pemerintahan di bawah Jokowi-KH Ma'ruf Amin ini.

Dalam susunan kabinet kemarin, terdapat sebanyak 18 profesional, pengusaha, dan akademisi nonparpol. Sedangkan, kader parpol mendapatkan jatah 16 orang menteri dan seorang sekretaris kabinet.

Parpol yang terbanyak menempatkan menteri adalah PDIP dengan empat menteri dan sekretaris kabinet, kemudian disusul Golkar (tiga menteri), PKB (tiga menteri), Nasdem (tiga menteri), Gerindra (dua menteri), dan PPP (satu menteri).

Dalam pengumuman kemarin, sejumlah sorotan juga diarahkan kepada menteri yang ditunjuk. Mahfud MD, misalnya, merupakan warga sipil pertama yang menjabat menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan. Jenderal Tito Karnavian juga merupakan menteri dalam negeri pertama dari kepolisian.

Sedangkan, Nadiem Makarim yang berusia 35 tahun merupakan menteri termuda yang mengisi posisi menteri pendidikan menggantikan Muhadjir Effendy yang kini menjabat menteri koordinator bidang pemberdayaan manusia dan kebudayaan. Menteri-menteri muda yang juga disoroti adalah Menteri BUMN Erick Thohir (49 tahun), Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (43 tahun), serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (43 tahun).

Baca Juga

photo
Menteri BUMN Erick Thohir bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).


Purnawirawan TNI Fachrul Razi juga disoroti karena mengisi posisi menteri agama yang secara tradisional lebih kerap diisi kader Nahdlatul Ulama atau kader PPP. Sosok yang juga mendapatkan perhatian adalah penunjukan politikus Gerindra Edhy Prabowo sebagai menteri kelautan dan perikanan yang selama ini dinilai mentereng di bawah menteri terdahulu, Susi Pudjiastuti.

Dalam kabinet mendatang, posisi jaksa agung kembali dipegang jaksa karier, yakni ST Burhanuddin yang sebelumnya menjabat jaksa agung muda perdata dan tata usaha negara. Ia merupakan adik kandung politikus PDIP TB Hasanuddin.

Jumlah perempuan pada susunan kabinet kali ini juga berkurang menjadi lima orang dibandingkan dengan delapan orang pada 2014. Kelimanya yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fausiyah, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmavati yang merupakan istri mantan menteri koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Ada juga lima purnawirawan TNI dalam kabinet, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan Terawan AP, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko.

Para calon menteri yang dikenalkan Presiden Jokowi kemarin mulai hadir satu per satu di Istana Presiden sejak pukul 06.30 WIB dengan mengenakan batik. Presiden Jokowi mengumumkan para menteri sembari duduk bersama di tangga Istana Kepresidenan.

Selepas pengumuman itu, pelantikan langsung dilakukan di Istana Negara. Seusai pembacaan keputusan presiden mengenai pembentukan kementerian negara, Presiden Jokowi kemudian mengambil sumpah jabatan para menteri.

"Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas-tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata para menteri bersama-sama.

Wakil presiden era 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) ikut merespons jajaran kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, terutama mengenai menteri dari kalangan muda. "Ya ini juga ujian, ujian untuk adik-adik muda seperti Nadiem dan Eric, Bahlil, untuk memperlihatkan kemampuannya. Memang dunia usaha dengan bidang birokrat pemerintahan itu berbeda, tapi harus dilalui dengan baik, dengan pengalaman-pengalaman, itu penting," ujar JK di kediamannya, Rabu.

JK mengingatkan, jika tujuan utama di dunia usaha adalah hasil, di pemerintahan mereka harus menaati proses yang tak bisa diubah sekenanya. "Tentu kita memberikan kesempatan kepada pendukung dan memberi kesempatan kepada kabinet di bawah pimpinan Pak Jokowi untuk bekerja sebaik-baiknya," ujar JK. (sapto andika candra/dessy suciati saputri/fauziah mursid, ed: fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA