Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

BPPT Buka Peluang Bisnis Sawit Digabung Peternakan Sapi

Kamis 24 Oct 2019 09:37 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Peternakan sapi

Peternakan sapi

Foto: Edwin/Republika
40 persen total konsumsi domestik daging sapi di Indonesia masih impor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Indonesia Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector pada Rabu (23/10). Tujuannya meningkatkan produktivitas peternakan melalui penerapan konsep integrasi sapi - sawit.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji potensi pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk diintegrasikan dengan peternak sapi. Sebab permintaan daging sapi nasional Indonesia saat ini terus meningkat. Sayangnya peningkatan itu tidak diimbangi dengan peningkatan produksi daging sapi dalam negeri.

"Sehingga ketersediaan daging sapi secara nasional tentunya masih kurang," katanya dalam Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP) Conference 2019 di Jakarta, Rabu (23/10).

Tercatat hingga 2018, 40 persen dari total konsumsi domestik daging sapi di Indonesia masih mengandalkan impor. Hammam menilai tantangan utama peningkatan populasi sapi ialah rendahnya investasi pembiakan sapi dalam negeri.

"Alasannya dianggap berbiaya besar dan kurang menguntungkan," ujarnya.

Ia merasa ada peluang kerjasama perkebunan sawit dengan peternakan sawit. Apalagi pengelolaan lahan perkebunan sawit yang dimiliki Indonesia lebiu tinggi dari luas area perkebunan yang mencapai 14,03 juta hektar. Namun memang saat ini baru 132 ribu hektar lahan sawit yang dimanfaatkan untuk pengintegrasian sapi - sawit.

"Padahal potensi pemanfaatan lahan itu mencapai 4,4 juta hektare," sebutnya.

Indonesia sekarang memiliki 14,03 juta hektar perkebunan sawit dengan 4,4 juta areal yang berpotensi untuk diintegrasikan dengan ternak sapi. Namun saat ini baru 132.000 hektar perkebunan sawit yang sudah diintegrasikan dengan 66.000 ekor sapi.

Hammam berharap ICOP Conference 2019 bisa menghasilkan rekomendasi dari para pemangku kepentingan terkait kebijakan serta pengimplementasian dalam pengintegrasian sapi -sawit.

"Dari Konferensi akan diperoleh rekomendasi kebijakan dan implementasi pada integrasi kelapa sawit dan sapi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, industri peternakan, perkebunan kelapa sawit swasta, serta perusahaan milik negara (BUMN)," harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM, Wisnu Wijaya Soedibjo mengaku sudah mengujicobakan integrasi sapi-sawit sejak tahun 2016.

“Salah satu potensi usaha pembiakan sapi di Indonesia adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan yang sudah ada, termasuk lahan bekas tambang dan perkebunan sawit,” ungkap Wisnu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA