Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Bahlil Kepala BKPM, HIPMI Jabar: Bawa Angin Segar

Kamis 24 Oct 2019 12:30 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Pengusaha muda di Jawa Barat menyambut positif keputusan Presiden Jokowi yang memilih Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.

Pengusaha muda di Jawa Barat menyambut positif keputusan Presiden Jokowi yang memilih Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024.

Foto: Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Tangan dingin Bahlil diharapkan mampu menyinergikan pengusaha muda dan senior.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengusaha muda di Jawa Barat menyambut positif keputusan Presiden Jokowi yang memilih Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024. Bahlil dinilai sangat paham akan kebutuhan dan kendala yang dialami para pengusaha muda. Apalagi, dia merupakan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019. 

Selain itu, menurut Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra, Bahlil dikenal sebagai pengusaha tangguh dan sukses dari wilayah timur yang merangkak dari nol hingga bisa dikenal secara nasional.

"Beliau sudah sangat paham seluk-beluk dan dinamika dalam dunia wirausaha. Karena itu, kami pengusaha muda sangat berharap Bahlil agar mampu menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pengusaha muda," ujar Jodi kepada wartawan di Bandung, Rabu malam (23/10).

Jodi berharap, BKPM sebagai salah satu leading sektor wirausaha bisa menunjukkan keberpihakannya terhadap pengusaha muda. Salah satu tugas pokok BKPM yakni menyediakan karpet merah bagi para investor melalui beragam kemudahan dan menghilangkan regulasi yang tumpang tinding yang menghambat dunia usaha.

Pengusaha muda, kata dia, lebih unggul karena punya kreativitas, melek teknologi dan semangat yang lebih besar. Namun, masih butuh dukungan dari pemerintah juga para senior pengusaha.

Jodi menilai, tangan dingin Bahlil, diharapkan mampu menyinergikan antara pengusaha muda dan senior. Sehingga, tercipta pertumbuhan bisnis yang saling beriringan.

Selain itu, pengusaha muda berharap bisa berkolaborasi dengan investor asing sebagai upaya membuka jalan menuju pasar global yang lebih luas. "Kehadiran Bahlil akan memudahkan Presiden Jokowi yang saat Munas HIPMI menyatakan ingin memunculkan konglomerat-konglomerat (pengusaha besar) baru skala internasional," katanya.

Jodi menilai, jumlah pengusaha di Indonesia memang terus bertambah namun pertumbuhannya masih belum optimal. Catatan BPS, jumlah wirausaha di Indonesia naik dari 1,56 persen pada 2014 menjadi 3,1 persen pada 2016.

Pertumbuhan pengusaha baru, kata dia, sangat penting dan memiliki dampak positif terhadap perekonomian negara, karena akan ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan daya konsumsi.

"Idealnya, jumlah pengusaha Indonesia mencapai 5 persen dari jumlah penduduk. Jika jumlah pengusaha meningkat maka nilai investasi pun akan meningkat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA