Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Kiai Ma'ruf: Rupanya Pak Jokowi Menguji Saya

Sabtu 26 Okt 2019 00:35 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Wapres terpilih Pemilu 2019-2014 KH Maruf Amin

Wapres terpilih Pemilu 2019-2014 KH Maruf Amin

Foto: Republika/ Wihdan
Saya mohon doa mudah-mudahan saya bisa melaksanakan tugas-tugas ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkap aktivitasnya yang padat usai resmi dilantik menjadi wakil presiden. Ma'ruf mengaku langsung diminta oleh Presiden Joko Widodo menghadiri penobatan Kaisar Jepang Naruhito sehari pascapelantikan, Senin (21/10) siang lalu.

Baca Juga

Ma'ruf melanjutkan, dalam kunjungan yang hanya sehari itu, ia tidak hanya menghadiri penobatan Kaisar Jepang. Tetapi juga menghadiri beberapa pertemuan bilateral yakni dengan Raja Malaysia, hingga mantan perdana menteri Jepang Yasou Fukuda.

Kemudian, pada Selasa (22/10) sore, ia harus sudah bertolak dari Jepang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/10) tengah malam. Ma'ruf pun berseloroh, tengah diuji oleh Presiden Jokowi

"Rupanya Pak Jokowi menguji saya. Kuat apa tidak Pak Kiai ini katanya," ujar Ma'ruf sambil tertawa saat menghadiri Silaturahmi dan Tasyakuran pelantikannya sebagai wapres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (25/10) malam.

Ma'ruf melanjutkan, tidak berhenti sampai di situ, pada Rabu (23/10) pagi, agenda selanjutnya yakni pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, lalu pada Kamis (24/10) ada sidang perdana Kabinet Indonesia Maju, dan pada Jumat (25/10) hari ini pun ada agenda pelantikan wakil menteri. Ma'ruf pun bersyukur, bisa mengikuti agenda-agenda tersebut dengan lancar.

"Malam pulang, besok pagi pelantikan menteri. Berikutnya sidang kabinet. Tadi pelantikan wakil menteri. Wah, rupanya Pak Kiai kuat atau tidak ini. Saya mohon doa mudah-mudahan saya bisa melaksanakan tugas-tugas ini," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf bukan tanpa alasan menyampaikan demikian. Ia mengungkap, itu karena banyak pihak yang meragukan kemampuan menjalankan tugas-tugas sebagai wapres. "Orang banyak meragukan saya karena Pak Kiai ini sudah tua. Siapa bilang saya masih muda? memang sudah tua kok," kelakar Ma'ruf lagi.

Ma'ruf pun mengacu kategori tua versi organisasi kesehatan dunia atau WHO yakni berumur lebih dari 80 tahun. Sementara kategori usia 60 hingga 80 tahun belum masuk kategori tua.

"Katanya WHO, tua itu dari 80 ke atas. Kalau antara 60 sampai 80 itu belum tua. Namanya baru setengah baya. Jadi kalau saya ini sebenarnya baru setengah baya," kata Ma'ruf lagi yang kemudian disambut tawa para hadirin.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA