Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ketua PP Muhammadiyah: Bukan Watak Kami Ributkan Jabatan

Ahad 27 Okt 2019 00:33 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Endro Yuwanto

Prof Dadang Kahmad

Prof Dadang Kahmad

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Muhammadiyah menghormati hak prerogatif presiden membentuk kabinet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghormati dan mengucapkan selamat atas pembentukan Kabinet Indonesia Maju yang telah dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Muhammadiyah menghormati hak prerogatif presiden membentuk kabinet.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad menyampaikan, bukan watak Muhammadiyah meributkan jabatan. Hal ini disampaikannya untuk menanggapi munculnya pemberitaan yang mempersepsikan bahwa warga Muhammadiyah tidak puas dengan komposisi kabinet yang disusun oleh presiden.

"Muhammadiyah bahkan berterima kasih karena Profesor Muhadjir Effendy diberi amanat dan diangkat presiden sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI)," kata Dadang kepada Republika.co.id, Sabtu (26/10) malam.

Dadang yang juga guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunungjati ini berpesan kepada para anggota dan kader Muhammadiyah supaya tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan politik seputar kabinet. Atau, masalah nasional lainnya yang tidak sejalan dengan kepribadian dan garis kebijakan PP Muhammadiyah.

Dadang menegaskan, Muhammadiyah bukanlah organisasi politik dan tetap istiqamah sebagai gerakan kemasyarakatan yang menjalankan misi dakwah dan tajdid atau pembaruan. "Untuk kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan, sejalan dengan misi Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin," jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA