Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Menpora Janjikan Potongan Dana Cabor tak Terulang

Senin 28 Oct 2019 20:35 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali didampingi Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung meninjau pelatnas cabang olahraga angkat besi di Mess Kweni, Jakarta, Senin (28/10).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali didampingi Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung meninjau pelatnas cabang olahraga angkat besi di Mess Kweni, Jakarta, Senin (28/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Keterlambatan biasanya terjadi karena ada kemungkinan ketidaksesuaian administrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji instansi yang dipimpinnya akan transparan dalam penyusunan anggaran serta menjamin tidak akan ada lagi potongan dana kepada setiap cabang olahraga. Ia mengatakan, keterlambatan dana yang kerap terjadi tidak dimaksudkan untuk menahan anggaran. Menurutnya, keterlambatan biasanya terjadi karena ada kemungkinan ketidaksesuaian administrasi.

Baca Juga

Zainuddin mengingatkan bahwa uang yang digunakan adalah uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang harus dialokasikan dengan hati-hati supaya tidak menyimpang. "Kami harus hati-hati karena BPK tiap tahun memeriksa kami. Tapi yakinlah kami di Kemenpora sudah membuat tekad tidak ada satu rupiah pun apalagi potongan ke cabor (cabang olahraga). Kami akan berikan sesuai dengan yang diajukan," ujar Zainudin saat berkunjung ke Pelatnas Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Senin (28/10).

Selain itu, untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan, Zainudin mengatakan, pihaknya akan mengundang setiap cabang olahraga dalam penyusunan anggaran. Dia menegaskan, pemerintahan bukan apa-apa tanpa adanya pengurus cabang olahraga. 

Kendati demikian, Amali berharap setiap pengurus cabang olahraga tetap bisa jalan sendiri walaupun tidak ada bantuan dari pemerintah, yang mana hal itu sudah dilakukan oleh Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI).

Zainuddin pun mengapresiasi inisiatif PB PABBSI yang mau menggelontorkan dana pribadi untuk berangkat ke kejuaraan dunia junior di Pyongyang, Korea Utara, pekan lalu. 

Hanya, terlepas dari kemandirian tersebut, Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani mengeluhkan soal anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang kerap terlambat cair. "Memang kadang-kadang pencairan dana sering telat dan terpotong. Alhamdulillah selama ini masih bisa ditanggulangi," kata Rosan.

Rosan mengungkapkan anggaran untuk Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Pattaya, Thailand pada September lalu baru turun 70 persen. Akibatnya untuk menutupi dana pada kejuaraan angkat besi junior pekan lalu, pihaknya terpaksa menanggulanginya dengan uang pribadi. Dia berharap Menpora baru dapat membuat program dan alur pendanaan dengan baik sehingga tidak ada lagi keterlambatan turunnya anggaran saat akan mengikuti berbagai kejuaraan di dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA