Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Nyalon di Solo, Putra Jokowi Dinilai Terburu-buru

Selasa 29 Oct 2019 03:45 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Gita Amanda

Putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersiap memberikan pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10).

Putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersiap memberikan pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10).

Foto: Republika/Prayogi
Sebagai pendatang baru akan lebih baik Gibran meniti karir terlebih dahulu di partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut bahwa peluang putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rangkabumi Raka untuk maju di pemilihan wali kota Solo masih terbuka. Namun langkah Gibran maju sebagai calon wali kota dinilai terlalu terburu-buru.

Baca Juga

Pengamat Politik LIPI Dini Suryani menilai kesempatan Gibran untuk maju bersama PDIP dalam Pilkada Solo tidak terlalu besar. Dia mengatakan, ini mengingat DPC partai yang dinahkodai Megawati Soekarnoputri itu sudah cukup solid untuk memajukan orang yang sudah diputuskan sebelumnya yaitu Achmad-Teguh.

Kecuali, dia mengatakan, Gibran mendapat rekomendasi dari Megawati. Hal ini, ungkapnya, sempat terjadi dalam pemilihan wali kota Surabaya. Saat itu, lanjut dia, DPP merekomendasikan Risma Maharani sementara DPC memiliki calon berbeda.

Namun, dia menilai, kasus Risma dan Gibran berbeda. Dia mengatakan, Risma sudah dipersiapkan Ketua Bapilu PDIP saat itu, Bambang DH. Sementara Gibran, datang sebagai lonewolf selain mengandalkan dikenalnya dia oleh publik karena anak presiden.

"Kecuali jika dia (Gibran) mau maju via partai lain mungkin bisa, tetapi kalau ini terjadi malah memperlihatkan ambisi politik yang terlampau besar dan tidak baik untuk citra dia," katanya.

Lebih jauh, Dini menilai bahwa keinginan Gibran untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah Solo terkesan dipaksakan dan terburu-buru. Dia mengatakan, ini terlihat dari ditolaknya Gibran oleh DPC dan kemudian mendekat ke DPD dan DPP PDIP.

Dini menyebut, sebagai pendatang baru akan lebih baik bagi Gibran untuk meniti karir terlebih dahulu di partai. Dia mengatakan, putra Jokowi itu bisa menjadi ketua sayap organisasi pemuda atau hal lainnya yang intinya menjadi kader PDIP sesungguhnya.

"Jika dia memaksakan seperti ini, sangat tampak bahwa dia hanya menjadikan partai sebagai kendaraan dan ini tidak ada bedanya dengan politisi kita kebanyakan," katanya.

Sementara itu Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sejak awal PDIP tegaskan bahwa ada tiga pintu, ada pintu DPC, DPD dan DPP untuk mengajukan pencalonan. Hasto mengatakan, tiga pintu pendaftaran itu sesuai dengan mekanisme yang diterapkan partai berlogo banteng moncong putih tersebut. Dia melanjutkan, proses dan tahapan serupa berlaku bagi siapapun calon kepala daerah yang akan mendaftar ke partai.

DPC PDIP Solo diketahui telah mengajukan nama Achmad Purnomo, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo, dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di Pilkada Solo 2020 nanti. Kedua nama itu juga telah diserahkan ke DPP partai.

Hasto mengatakan, partai tetap akan solid memberikan dukungan kepada siapapun calon yang akan terpilih nanti. Mantan sekretaris tim kampanye nasional Jokowi itu mengungkapkan bahwa adanya perebutan calon kursi kepala daerah justru menandakan berjalannya proses demokrasi di internal partai.

"Ya namanya partai demokrasi, ada demokrasinya. Dinamika adalah satu hal yang biasa tapi ada keputusan diambil dan semuanya solid," katanya, Senin (28/10).

Hasto mengatakan, sebelum menentukan calon kepala daerah partai akan lebih dulu melakukan pemetaan politik. Dia melanjutkan, partai akan menggunakan instrumen survei melalui infrastruktur yang ada untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap calon pemimpin yang akan mereka pilih nantinya.

"Dari situ lah kita melakukan pemetaan. Jadi ada yang prosesnya aktif calonnya mendaftar tapi ada juga DPP yang proaktif melakukan pemetaan politik dan kemudian menggunakan strategi jemput bola," katanya.

Nama Gibran Rakabuming Raka mencuat dalam bursa Pilwalkot Solo periode 2020-2025. Gibran masuk bursa calon kepala daerah berdasarkan hasil survei calon wali kota Solo yang dilakukan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Gibran kemudian mendaftar sebagai anggota partai di kantor DPC PDIP Solo pada akhir September 2019. Ia juga sekaligus mendaftar dalam bursa penjaringan bakal calon kepala daerah melalui PDIP. Sayangnya, penjaringan bakal calon kepala daerah telah ditutup.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA