Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Idham Aziz Calon Kapolri, Begini Catatan Pengamat

Selasa 29 Oct 2019 22:55 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Idham Aziz dinilai tepat pimpin institusi Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Proses pengangkatan calon Kapolri pengganti Jenderal Tito Karnavian kepada Komjen Idham Aziz yang memasuki tahapan jelang fit and proper test (FPT) di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cukup menarik perhatian insan pendidikan tinggi, khususnya akademisi bidang Hukum.  

Baca Juga

Pengamat Hukum dan sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Zainudin, mengatakan penegakkan hukum yang baik harus diiringi profesionalitas dan Kerjasama yang baik diantara sesama lembaga penegak hukum. 

"Tujuan utama penegakan hukum adalah untuk mewujudkan adanya rasa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam masyarakat. Dalam proses tersebut, maka harus mencerminkan aspek kepastian dan ketertiban hukum serta bisa melibatkan semua pihak,” kata dia dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (29/10). 

Dia menyambut baik diajukannya Komjen Idham Azis sebagai Calon Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian, dengan pengalaman menduduki jabatan banyak kamar dalam istitusi Polri menjadi bekal bagi upaya menjadikan kepolisian yang profesional dalam menegakkan hukum di Indonesia.  

"Profesionalitas Polri merupakan keniscayaan agar mampu menjadi pengayom masyarakat, karena mereka merupakan ujung tombak penegakkan hukum di Indonesia,” tutur aktivis pemuda Muhammadiyah ini.   

Meski dalam perkara korupsi misalnya, kata dia, Kejaksaan dapat bergerak tanpa kepolisian, namun umumnya keikutsertaan institusi kejaksaan dan kehakiman dalam proses hukum baru terjadi setelah didahului penanganan pihak kepolisian.  

"Dengan pengalamannya menduduki berbagai jabatan di struktural Polri, Idham nanti akan mampu meneruskan upaya Tito menjadikan Polri sebagai organisasi yang bersih, profesional dan mengayomi masyarakat, sebagai satu-satunya cara agar  Polri bisa mendapat tempat di hati masyarakat,” kata dia. 

Menurut dia, layak memberikan kesempatan kepada Idham. Kerjasama kepolisian dengan kejaksaan serta KPK yang juga akan di bawah kepemimpinan perwira Polri Irjen Firli Bahuri mulai awal tahun depan amat ditunggu masyarakat, sehingga harapan akan penegakan hukum yang tidak hanya tajam ke bawah bisa terwujud. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA