Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Kekurangan Air Bersih Masih Landa Warga di Kuningan

Rabu 30 Oct 2019 10:20 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi kekeringan.

Ilustrasi kekeringan.

Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ada 11 desa yang mengalami kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID,KUNINGAN – Musim kemarau panjang yang terus berlangsung hingga saat ini, membuat sejumlah desa di Kabupaten Kuningan masih mengalami kekurangan air bersih. Penyaluran bantuan air bersih pun terus dilakukan untuk membantu meringankan beban warga.

Baca Juga

Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, sejak 9 Agustus 2019 hingga awal pekan ini, kekurangan air bersih tercatat ada di 11 desa yang tersebar di enam kecamatan.

Adapun 11 desa itu, yakni Desa Baok Kecamatan Ciwaru, Desa Cimahi dan Cileuya di Kecamatan Cimahi, Desa Sukasari, Cihanjaro dan Simpayjaya di Kecamatan Karangkancana, Desa Cibulan dan Legok di Kecamatan Cidahu, Desa Kalimanggis Wetan dan Kertawana di Kecamatan Kalimanggis Wetan serta Desa Jambugeulis Kecamatan Cigandamekar.

‘’Total ada 11.230 jiwa atau 3.667 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekurangan air bersih,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, kemarin.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga, lanjut Agus, pendistribusian bantuan air bersih terus dilakukan. Sejak 9 Agustus 2019 hingga 28 Oktober 2019, tercatat total 1.803.000 liter air bersih yang disalurkan ke desa-desa yang mengalami kondisi tersebut.

Dari jumlah air yang didistribusikan itu, terbanyak disalurkan ke Desa Cileuya yang mencapai 527 ribu liter, Desa Cihanjaro sebanyak 353 ribu liter, Desa Simpayjaya 347 ribu liter dan Desa Sukasari 209 ribu liter.

Selain itu, air juga disalurkan ke Desa Baok sebanyak 125 ribu liter, Desa Cimahi 75 ribu liter, Desa Jambugeulis 61 ribu, Desa Kertawana 49 ribu,  Desa Kalimanggis Wetan 40 ribu, Desa Cibulan 9.000 liter dan Desa Legok 8.000 liter.

‘’Selain dari BPBD, bantuan air juga datang dari berbagai pihak lainnya,’’ kata Agus. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA