Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Wapres Ma'ruf Pimpin Rapat Perdana Bahas Stunting

Jumat 01 Nov 2019 16:10 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andi Nur Aminah

Wapres terpilih Pemilu 2019-2014 KH Maruf Amin (tengah)

Wapres terpilih Pemilu 2019-2014 KH Maruf Amin (tengah)

Foto: Republika/ Wihdan
Stunting menjadi salah satu fokus pemerintah untuk ditindaklanjuti dan ditanggulangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memimpin rapat perdana penanggulangan kemiskinan dan pencegahan stunting sejak dilantik pada 20 Oktober mendatang. Rapat dihadiri para menteri kabinet Indonesia Maju digelar di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (1/11).

Baca Juga

Para menteri yang hadir antara lain Menteri Sosial Juliary Batubara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri PUPR Wempi Watipo, Menteri Koperasi, usaha kecil dan menengah Teten Masduki. Juga ada Menteri Desa pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa.

"Hari ini kita akan rapat penanggulangan kemiskinan dan penanganan stunting yang jadi salah satu prioritas pembangunan kita," ujar Ma'ruf saat membuka rapat.

Menurut Ma'ruf, stunting menjadi salah satu fokus pemerintah untuk ditindaklanjuti dan ditanggulangi. Rapat saat ini tengah berlangsung dan tertutup untuk media.

Sebelumnya, usai menjadi Wapres, Ma'ruf mengaku siap melanjutkan (carry over) pekerjaan rumah yang belum tuntas dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ma'ruf mengungkap, sejumlah PR tersebut antara lain soal kemiskinan, kesehatan, reformasi dan birokrasi. Itu disampaikan Ma'ruf saat wawancara pertama usai dilantik menjadi wapres pada Ahad (20/10).

"Karena ada beberapa yang Pak JK dalam pertemuan yang lalu sudah disampaikan, istilahnya beberapa hal yang dicarry over kepada saya. Ada beberapa, misalnya penanggulangan kemiskinan, reformasi birokrasi, kesehatan, stunting lain-lain," ujar Ma'ruf.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA