Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Instruksikan Siaga Bencana

Sabtu 02 Nov 2019 01:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

[Ilustrasi] Tim gabungan tanggap bencana membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan utama Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

[Ilustrasi] Tim gabungan tanggap bencana membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan utama Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Peringatan BMKG harus disikapi serius guna mengurangi risiko bencana .

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan kepada seluruh aparatur pemerintah di provinsi, kabupaten dan kota, serta masyarakat setempat untuk senantiasa siaga bencana guna mengurangi risiko jatuh korban akibat cuaca ekstrem. “Peringatan BMKG harus kita sikapi serius dan semua pihak harus siaga untuk mengurangi risikonya terhadap masyarakat,” katanya Jumat (1/11).

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikannya menyikapi peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Kelas 1 Sultan Iskandar Muda Aceh tentang cuaca ekstrem yang mungkin melanda Aceh selama November 2019. Dia mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian, dan para penyuluh di provinsi maupun kabupaten/kota harus menyikapi serius peringatan BMKG tersebut untuk mengurangi risiko bencana terhadap petani maupun masyarakat pada umumnya.
  
Ia menjelaskan cuaca ekstrem dapat mengakibatkan curah hujan tinggi dengan tingkat waspada, siaga, dan awas. Ia mengatakan daerah-daerah yang mengalami dampak cuaca ekstrem tersebut berpotensi banjir dan tanah longsor, sehingga perlu adanya kewaspadaan.

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca eksrem tersebut berdasarkan monitoring, analisis, dan prakiraan curah hujan pada November 2019 dengan peluang curah hujan di atas 300 mm.

Potensi “waspada” bencana terjadi di Aceh Besar bagian selatan, Pidie bagian utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara bagian barat, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara bagian timur, Aceh Timur bagian selatan, Aceh Tamiang bagian selatan, Aceh Jaya bagian barat, Aceh Barat bagian selatan, Nagan Raya bagian selatan, Aceh Selatan bagian selatan, Subulussalam bagian barat, Aceh Singkil bagian barat, dan Simeulue.

Curah hujan dengan potensi “siaga” pada November 2019 dengan peluang curah hujan di atas 400 mm terjadi di Aceh Jaya bagian timur, Pidie bagian selatan, Aceh Barat (Kecamatan Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Bubon, Kaway XVI), Nagan Raya (KecamatanSeunagan, Suka Makmue, Tadu Raya, Darul Makmur), Aceh Barat Daya (Kecamatan Babahrot bagian barat), Gayo Lues bagian utara dan timur, Aceh Tenggara bagian utara, Aceh Selatan (Kecamatan Kluet Utara, Kluet Timur bagian selatan, Kota Bahagia), Subulussalam bagian timur, dan Aceh Singkil bagian timur.

Peluang curah hujan di atas 500 mm terdapat indikasi akan terjadinya curah hujan tinggi dengan potensi “awas” terjadi di Aceh Barat (KecamatanPante Ceureumen, Sungai Mas, Panton Reu), Nagan Raya (KecamataBeutong Ateuh Benggalang, Beutong bagian tengah, Darul Makmur bagian utara, Seunagan Timur bagian utara), .Aceh Barat Daya (KecamatanBabahrot bagian timur, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Setia, Blang Pidie, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil).

Potensi "awas" juga meliputi Aceh Selatan (Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji, Meukek, Sawang, Kluet Tengah, Sama Dua, Tapaktuan, Pasie Raja bagian utara, Kluet Timur bagian utara), Aceh Tenggara (Kecamatan Lawe Alas bagian barat, Darul Hasanah bagian barat), dan Gayo Lues (Kecamatan Putri Betung bagian barat, Blang Pegayon bagian selatan, Kuta Panjang bagian selatan, Blang Jerango bagian selatan, Terangun bagian selatan).

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA