Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Kemarau Tahun Ini Paling Panas dalam 140 Tahun

Sabtu 02 Nov 2019 13:25 WIB

Red: Elba Damhuri

Warga memanfaatkan air dari dasar sungai Cipamingkis yang mengering selama kemarau

Foto:
Indonesia pada tahun ini dinilai menghadapi musim kemarau yang terpanas

Selain itu, jumlah korban yang mengungsi sepanjang 10 bulan terakhir tercatat lebih rendah dibandingkan pada tahun lalu. Pada 2018 jumlah pengungsi mencapai 9.681.195 orang, sedangkan pada Januari-Oktober tahun ini turun menjadi 5.932.700 orang.

Agus menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 850 miliar untuk mendukung persiapan operasi penanggulangan bencana hingga akhir tahun ini. Seiring datangnya musim hujan di Indonesia, BNPB kian berfokus pada penanganan banjir dan longsor.

Agus meminta setiap pemerintah daerah (pemda) untuk selalu aktif menangani pascabencana di wilayah masing-masing. Dia menegaskan, BNPB semata-mata bertugas memberikan dukungan. Adapun tanggung jawab tetap dipegang tiap pemda, sehingga seluruh kepala daerah harus mampu merespons langsung bila bencana terjadi di daerah mereka.

“Jadi, kalau mereka butuh dana, kita siapkan bantuan logistik, bantuan peralatan,” ucap Agus.

Pada 31 Oktober 2019 status siaga darurat karhutla di Riau dinyatakan berakhir. Status tersebut sebelumnya ditetapkan untuk provinsi itu sejak 19 Februari 2019 lalu. Pemda setempat menegaskan, tidak akan memperpanjang jangka waktu status siaga karhutla karena kondisi di sana sudah membaik.

“Mudah-mudahan, tidak ada api lagi sampai November nanti,” ujar Gubernur Riau, Syamsuar, kepada awak media di Pekanbaru, Riau, Kamis (31/10).

Bagaimanapun, lanjut dia, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau tidak lantas dibubarkan. Sebab, tim tersebut diharapkan terus bekerja melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, karhutla di Riau sepanjang tahun ini cukup parah, yakni mencakup area seluas 75.871 ha, bila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Pada 2018 dan 2017 lalu, luas area yang dilanda karhutla di provinsi tersebut berturut-turut 37.236 ha dan 6.866 ha.

Kabut asap yang ditimbulkan titik-titik api menurunkan kualitas udara setempat. Data BNPB menunjukkan, hingga akhir September 2019 jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap di Riau mencapai 275.793 orang.

(antara ed: hasanul rizqa)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA