Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Menteri KKP Bantu Jabar Bebas Stunting

Senin 04 Nov 2019 10:47 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih

Pengunjung melihat beragam seafood segar di Pasar Ikan Sydney, Australia.

Pengunjung melihat beragam seafood segar di Pasar Ikan Sydney, Australia.

Foto: EPA
KKP membagikaan 1,2 ton ikan di WJF 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyambangi West Java Festival (WJF) 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (2/11). Pada kesempatan ini, Menteri Edhy membagikan 1,2 ton ikan gratis kepada masyarakat Jawa Barat yang hadir dalam stan Festival Ikan Juara yang diselenggarakan oleh KKP dalam lokasi festival WJF 2019.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong masyarakat mengonsumsi ikan sebagai salah satu langkah pencegahan stunting. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan, saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting.

"Ini sebagai simbol bahwa pemerintah kita, Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin beperang melawan stunting. Kita mau ikan menjadi salah satu solusi," ujar Edhy dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, di Jakarta, Senin (4/11).

Baca Juga

Edhy mengatakan, diperlukan solusi berupa program jangka pendek dan panjang untuk mencegah stunting. Dalam jangka pendek, KKP akan bertindak untuk menyediakan gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat melalui pendistribusian ikan secara langsung ke masyarakat.

"KKP akan menyiapkan asupan gizinya. Kita akan menyiapkan ikan sebagai sumber protein. Kita akan pastikan bahwa ikan-ikan yang kita produksi masuk ke rumah tangga sampai tingkat terkecil," kata Edhy.

Edhy mengaku dirinya sudah rapat dengan Wakil Presiden dan sepakat memerangi stunting sebagai pekerjaan rumah utama. "KKP siap. Kalau pun harus dipotong sedikit anggarannya untuk melakukan arah kebijakan melawan stunting dengan benar, kita siap," kata Edhy.

Dalam jangka panjang, Edhy juga akan melawan stunting dengan memperluas lapangan pekerjaan lewat sektor perikanan budidaya. Ia menjelaskan, hal ini akan membantu masyarakat untuk mendapatkan penghidupan. Dengan begitu, daya beli masyarakat pun akan meningkat sehingga mampu membeli makanan yang bergizi, termasuk ikan, bagi keluarganya.

"Orang tua mau saja makannya enak dan bergizi, tapi kadang-kadang untuk makan bergizi kan belinya susah. Dia harus beli makanan bergizi tapi uang enggak ada. Nah, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat ini makanya kita ciptakan lapangan usaha dan pekerjaan melalui budidaya perikanan," ungkap Edhy.

Edhy menyatakan, panjangnya garis pantai yang dimiliki oleh Jawa Barat akan dioptimalkan untuk membangun budidaya berbagai jenis perikanan. Beberapa di antaranya budidaya tambak udang, rumput laut, serta garam.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 46 juta jiwa, Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan tertinggi di Indonesia. Melihat kondisi ini, pencegahan stunting di Jawa Barat akan berpengaruh secara signifikan terhadap prevalensi angka stunting di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA