Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

2 Proyek Jalan Purbalingga Molor dari Target Penyelesaian

Senin 04 Nov 2019 16:37 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Pembangunan jalan tol (ilustrasi).

Pembangunan jalan tol (ilustrasi).

Foto: Antara
Proyek jalan Wirasaba-Kemojing dan Pepedan-Tegalpingen molor dari target.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Menjelang akhir tahun 2019, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi terus mengintensifkan monitoring pelaksanaan pekerjaan proyek. Dalam pelaksanaan pemantauan terakhir, Bupati kembali menemukan adanya proyek pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan yang tingkat penyelesaiannya belum sesuai target.

''Ada dua proyek ruas jalan yang kami ketahui mengalami progres pekerjaannya keterlambatan. Antara lain, ruas jalan antara Wirasaba-Kemojing dan ruas jalan antara Desa Pepedan dan Tegalpingen,'' ujar Bupati, Senin (4/11).

Pada ruas jalan antara Wirasaba-Kemojing masih terdapat keterlambatan dengan minus deviasi -6,3 persen. Dari target penyelesaian yang seharusnya sudah mencapai 45,3 persen, ternyata baru terealisasi 39 persen. Anggaran untuk proyek ini sebesar Rp 824 juta.

Sedangkan pada ruas jalan antara Pepedan dan Tegalpingen, tingkat keterlambatannya mencapai -9 persen. Dari target penyelesaian 86,2 persen, baru terealisasi 77,2 persen. Nilai proyek di ruas jalan ini, sebesar Rp 4,645 miliar.

Sedangkan saat meninjau proyek jalan antara Desa Tidu-Bandara Jenderal Soedirman, Bupati menilai hasil pekerjaan cenderung rapi, baik sisi drainase maupun badan jalan/rigid beton. Proyek ini memiliki nilai kontrak senilai Rp 6,2 miliar, dengan target akhir penyelesaian 4 Desember 2019.

Terhadap proyek yang progres penyelesaiannya masih belum memenuhi target, Bupati meminta agar para rekanan/penyedia jasa, memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin.

''Para rekanan harus bisa mencapai target capaian pekerjaan sesuai target. Bisa dengan lembur, menambah tenaga kerja atau peralatan. Jangan sampai ada yang memasuki ke masa perpanjangan sehingga terkena denda,'' katanya.

Dia menyebutkan, jika pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, maka manfaatnya akan lebih cepat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. ''Saya minta pada para rekanan agar mengubah mindset-nya. Jangan mengebut pekerjaan saat sudah mepet batas akhir waktu kontrak. Setiap tahapan pekerjaan harus sesuai target, sehingga pekerjaan yang dihasilkan bisa tepat volume, tepat waktu dan tepat mutu,'' jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA