Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Parkir Minimarket, Polisi: Bekasi tidak Tolerir Premanisme

Senin 04 Nov 2019 22:35 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Reiny Dwinanda

Minimarket (Ilustrasi)

Minimarket (Ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Ormas Gibas tuntut pengelolaan parkir minimarket Bekasi diberikan kepada pihaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Arman menyatakan, pihaknya tidak akan menoleransi aksi premanisme di wilayahnya. Pernyataan tersebut dikeluarkan lantaran viralnya aksi unjuk rasa ormas di Kota Bekasi yang menuntut agar pengelolaan parkir minimarket diberikan kepada mereka.

"Terkait video viral yang tempo hari, perlu saya tegaskan, di Bekasi Kota tidak menolerir sedikit pun aksi premanisme dalam bentuk apa pun juga," kata Arman kepada awak media, Senin (4/11).

Arman mengatakan, dalam video viral yang tersebar di dunia maya, ia beranggapan ada unsur intimidasi. Namun, pihaknya masih mendalami hal tersebut.

Baca Juga

"Kami akan coba dalami dan masih lidik, memang apakah ada unsur tindak pidana yang terjadi," kata dia.

Arman mengabarkan, Polres Metro Bekasi Kota juga akan mendalami kemungkinan adanya surat tugas yang diberikan oleh Bapenda Kota Bekasi kepada salah satu ormas. Ia mengatakan, hal itu akan masuk ke penyelidikan di ranah kriminal khusus.

Sementara itu, dalam peristiwa lain, Arman mengatakan, pihaknya sedang menindak salah satu unsur ormas yang melakukan kekerasan kepada masyarakat. Ia mengaku sedang mencari pelaku tersebut.

"Setelah ada unras tersebut, ada salah seorang anggota oknum ormas itu mengancam salah satu warga dengan meminta parkiran dan diancam golok," ujar Arman.

Dalam kesempatan yang sama, Arman menyayangkan pernyataan salah satu anggota Gibas dalam unjuk rasa Rabu (23/10) yang menuduh oknum TNI/Polri mem-backing pengusaha. Setelah ditanyakan kepada anggota ormas tersebut, Arman menceritakan bahwa pelaku mengaku mengeluarkan pernyataan tersebut lantaran spontanitas.

"Tadi sudah kami tanyakan masalah itu. Tapi rekan-rekan bilang itu spontanitas. Tapi apapun bentuknya itu membuat gusar TNI/Polri se-Indonesia," ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA