Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Untuk Apa Menyulut Api ke Dalam Septic Tank?

Kamis 07 Nov 2019 01:25 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Andi Nur Aminah

Ledakan septic tank di sebuah rumah warga Cakung, Jakarta Timur yang menewaskan petugas sedot WC tersebut. (ilustrasi)

Ledakan septic tank di sebuah rumah warga Cakung, Jakarta Timur yang menewaskan petugas sedot WC tersebut. (ilustrasi)

Foto: Tangkapan layar
Kadang konsumen tidak percaya bahwa isi septic tank itu sudah habis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang sopir jasa sedot tinja meregang nyawa saat terjadi ledakan septic tank di sebuah rumah di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/11). Ledakan terjadi usai sopir berinisial S (44 tahun) itu membakar sebuah koran dan memasukkannya ke septic tank guna meyakinkan pemilik rumah bahwa semua tinja sudah disedot.

Baca Juga

Salah satu pengusaha jasa sedot WC menyebut, alasan utama pembakaran dilakukan adalah demi memuaskan konsumen. Hal itu disampaikan pemilik usaha Jasa Sedot WC Saputra, Sarwono, Rabu (6/11). Sedot WC Saputra juga beroperasi di wilayah Jakarta.

"Standard Operation Procedure (SOP)-nya kita datang saja, lalu menyedot. Cuma kadang konsumen tidak percaya bahwa isi septic tank itu sudah habis. Kalau cuma dibuktikan dengan disenter saja kadang mereka tidak percaya. Makanya ada yang minta dibakar untuk membuktikan sudah kosong," kata Sarwono.

Padahal, lanjut Sarwono, menyulut api ke dalam septic tank itu berbahaya. Sebab, terdapat gas yang rentan terbakar dan bahkan meledak di dalamnya.

Namun, ujar Sarwono, hal itu kadang terpaksa dilakukan demi memuaskan para konsumen. "Kita usaha sedot tinja kan (terpaksa) mengikuti konsumen. Ntar kalau tidak diikuti malah konsumen bilangnya kita gimana-gimana gitu," ujarnya.

Menurut Sarwono, ledakan yang terjadi di wilayah Cakung itu juga berawal dari permintaan pemilik rumah. "Tapi sebenarnya itu juga tergantung tukang tinjanya. Kalau yang sudah tahu bahayanya, tidak bakal ada yang mau," ucapnya.

Di perushaannya sendiri, ia menekannya tak mengizinkan karyawannya untuk ikut memasukkan api ke dalam septic tank sebagai cara pembuktian. "Kalau saya tidak mau ikut bakar. Kalau konsumen mau bakar, ya bakar sendiri saja. Soalnya pasti meledak," ungkap Sarwono.

Usaha sedot WC yang ia miliki lebih memilih cara pembuktian dengan senter atau menggunakan tongkat untuk melihat tinggi cairan septic tank yang tersisa. "Kalau kosumen maunya benar-benar habis, ya kita turun ke dalam septic tank itu," ucapnya.

Ledakan septic tank yang merenggut nyawa S itu terjadi di sebuah rumah di Kapling O RT16/RW03 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. S tewas di lokasi kejadian dengan wajah hangus terbakar.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian berawal saat korban baru saja menyelesaikan proses penyedotan tinja. Guna meyakinkan pemilik rumah, korban membakar sebuah koran dan memasukkannya ke lubang septic tank.

Setelah itu, ternyata tidak muncul letupan api. Pekerjaannya tuntas. Ia pun pamit setelah menerima imbalan uang jasa. Nahas, belum sempat S beranjak dari lokasi, ternyata terjadi ledakan cukup keras dari dalam septic tank hingga menghempaskan tubuhnya ke dalam lubang tinja itu. Polisi Sektor Cakung menduga ledakan tersebut dipicu gas metana dari uap tinja yang berada di dalam septic tank.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA