Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tangerang Jadi Pilot Project Ekonomi Syariah

Jumat 08 Nov 2019 20:51 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Walikota (Walkot) Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah menerima kunjungan perwakilan Republika di kantornya pada Jumat, (8/11).

Walikota (Walkot) Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah menerima kunjungan perwakilan Republika di kantornya pada Jumat, (8/11).

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Pilot project itu adalah kerja sama Pemkot Tangerang dengan KNKS.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kota Tangerang dijadikan pilot project ekonomi syariah oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang memiliki sejumlah program guna mendukung pilot project ekonomi syariah tersebut.

Arief mengatakan, dipilihnya Kota Tangerang sebagai pilot project didasari komitmen bersama antar-stakeholders. Menurutnya, tanpa komitmen kuat mustahil rencana itu dapat direalisasi.

"KNKS jadikan Kota Tangerang pilot project ekonomi syariah. Saya selalu usung inovasi bagi birokrat jangan kerja as usual," katanya kepada Republika, Jumat (8/11).

Kepada Republika ia bercerita Pemkot Tangerang dan KNKS hanya berbicara dalam satu jam sebelum sama-sama setuju soal pilot project ekonomi syariah. Bahkan, di hari yang sama Arief langsung meresmikannya sebelum rapat bersama camat dan lurah se-Kota Tangerang.

Ia berkata, kerja sama dengan KNKS bertujuan mendidik masyarakat Kota Tangerang, agar semakin paham akan pentingnya zakat bagi pemberdayaan umat. "Tangerang mau project ini karena peringkat zakat masih rendah. Kita mau edukasi juga," tambahnya.

Pemkot Tangerang juga mendorong berdirinya sekitar 800 Unit Pengelola Zakat (UPZ) di masjid dan mushala, sebagai bagian dari pilot project tersebut. "Sekarang ada 82 ATM beras buat yang tidak mampu, padahal ini baru jalan sebulan dua bulan. Saya dorong tiap Jumat, camat dan lurah resmikan UPZ keliling ke masjid-masjid," ujarnya.

Ia berpendapat, pengelolaan dana umat belum optimal. Seperti pengelolaan dana umat yang terkumpul di masjid, yang hanya digunakan untuk pengelolaan masjid. "Tujuan dana umat di masjid jangan hanya untuk Masjid saja misal untuk perbaikan-perbaikan. Jangan masjid bagus, tapi rumah di sekitarnya enggak layak dan yang tinggal di sana enggak makan," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA