Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pengamat: Partai Gelora Harus Punya Empat Modal Ini

Jumat 08 Nov 2019 23:17 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pendiri Partai Gelora Fahri Hamzah.

Pendiri Partai Gelora Fahri Hamzah.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Partai Golar harus memiliki figur kunci yang bisa menjadi magnet politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mengatakan Partai Gelora Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan segmen pemilih Muslim dan sempalan pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Harus ada modal kuat agar partai itu bisa berkembang.

"Setidaknya ada empat modal penting yang harus dimiliki Partai Gelora Indonesia untuk bisa berkembang," ujar Adi ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

Empat modal penting yang dimaksud antara lain, pertama, figur kunci yang menjadi magnet politik dan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. "Sebagai partai baru, Gelora harus memperbanyak mencari tokoh populer berpengaruh yang memiliki basis massa yang kuat dan basis massa yang luas," kata Adi.

Adi berpendapat wajar jika kemudian Partai Gelora mengajak bergabung tokoh politik ternama seperti misalnya mantan wakil gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Kedua, logistik yang memadai mengingat potret pemilih yang pragmatis. Menurut Adi, di Indonesia sangat sedikit pemilih yang merasa menjadi bagian parpol tertentu

"Angkanya di kisaran 30 persen. Itu artinya, ada 70 persen pemilih yang tidak terafiliasi parpol tertentu. Itu ceruk pemilih yang mesti direbut Gelora," kata dia.

Ketiga, Partai Gelora harus memperluas jaringan di lapisan bawah seluruh penjuru tanah air. Selama ini, jaringan massa yang dimiliki Partai Gelora Indonesia bersumber dari organisasi massa, Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). "Karena bukan PKS, Partai Gelora ini. Tentu style dan fashion-nya berbeda dengan PKS," ujar Adi.

Terakhir, modal keempat, Partai Gelora Indonesia harus memiliki branding dan positioning partai yang epik agar mudah diterima pemilih.

Adi berpendapat kalau Partai Gelora tidak bisa selalu mengandalkan segmen pemilih Muslim dan sempalan pemilih PKS yang relatif masih solid ke Presiden PKS saat ini, Sohibul Iman.

"Bahwa Gelora akan coba mempengaruhi pemilih PKS, iya. Tapi itu enggak berpengaruh signifikan. Buktinya, (suara) PKS di Pemilihan Legislatif naik signifikan. Keluarnya Fahri dan Anis Matta tak mempengaruhi suara PKS," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA