Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Drone Udara Dikerahkan Cari WNA China Hilang

Sabtu 09 Nov 2019 05:01 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Indira Rezkisari

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
Pencarian WNA China yang hilang menyelam di Sangiang masuki hari keenam hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Pencarian tiga Warga Negara Asing (WNA) asal China yang hilang sejak Ahad (3/11) lalu saat menyelam di Pulau Sangiang, Banten, masih terus dilakukan. Pada hari kelima pencarian, Jumat (8/11) tim gabungan Direktorat Polisi Air (Dirpolair) dan Udara Polda Banten serta Baharkam Mabes Polri, membentuk lima tim pencarian melalui udara ataupun penyelaman.

"Tim melakukan pencarian ke wilayah utara dan selatan Perairan Banten," jelas Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Jumat (8/11).

Untuk pencarian, kata Kombes Pol Edy Sumardi, tim gabungan mengerahkan drone laut. Upaya pencarian juga ditambah dengan helikopter di zona Tempayung, Batu Mandi, Legon Waru dan Legon Bajo.

"Pencarian sampai hari ini dilakukan dengan penyelaman dan drone untuk mencapai dasar laut. Kemudian melalui udara dilakukan sekitar Perairan Selat Sunda," ujarnya.

Sebelumnya, tiga dari tujuh WNA asal China dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman di periaran Pulau Sangiang, Banten. Dugaan sementara, tiga WNA hilang karena terseret arus bawah laut yang saat ini sedang dalam kondisi deras.

Adapun para penyelam yang hilang adalah Tan Xue Tao, Wang Bing Yang, Tian Yu. Sementara yang berhasil naik ke permukaan dan selamat adalah You Shi Jie, Xu Jun, Che Yin Xing, Yang lixiang.

Untuk menangani musibah ini, tim gabungan dibentuk yang terdiri dari Polair, Lanal Banten, Basarnas, KSOP, KKP, PMI, Dinkes Cilegon, Dinkes Kabupaten serang sudah diberangkatkan ke Sangiang. Sesuai Standar Operasional Pelaksanaan (SOP), pencarian akan berlangsung selama tujuh hari.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA