Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Mahfud Temui Mendagri Australia Bahas Terorisme di Indonesia

Sabtu 09 Nov 2019 06:22 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari

Menkopolhukam Mahfud MD tampil pada acara Bicang Seru Mahfud, di Gedung Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipaiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Menkopolhukam Mahfud MD tampil pada acara Bicang Seru Mahfud, di Gedung Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipaiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Aksi terorisme makin mengerikan karena menyentuh perempuan dan anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyampaikan kegiatan sesat tentang jihad yang diwujudkan dengan teror harus diatasi bersama-sama. Ia melihat perbuatan itu lebih mengerikan saat ini karena sudah menyentuh kepada perempuan dan anak-anak.

"Jadi amaliyah sesat tentang jihad yang diwujudkan dengan teror, sudah menyentuh perempuan dan anak-anak. Ini mengerikan dan harus diatasi secara bersama-sama" ujar Mahfud melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (9/11).

Hal itu ia sampaikan ketika bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton. Keduanya bertemu untuk secara bilateral menyepakati masalah-masalah yang bisa dikerjasamakan. Hal yang dibicarakan pada pertemuan itu, yakni program bersama untuk menghadapi terrorisme, baik sebagai langkah preventif maupun represif.

Mahfud mengatakan, secara absolut, pada tahun 2018 dan 2019 jumlah teror di Indonesia berkurang dan cukup berhasil diantisipasi. Tapi secara kualitatif, ada perluasan subyek pelaku. Menurutnya, pelaku teror di Indonesia sekarang bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan yang melibatkan anaknya.

Peristiwa Sidoarjo di Jawa Timur contohnya, ada teroris perempuan yang melakukan pengeboman bersama anaknya. Di Sibolga juga ada seorang perempuan yang meledakkan diri ketika akan ditangkap untuk diperika karena melakukan teror bersama suaminya yang berhasil ditangkap lebih dulu.

"Yang menusuk mantan Menko Polhukam Wiranto, adalah suami isteri dari keluarga Abu Rara, yang menurut hasil penyidikan polisi juga melibatkan anaknya yang masih belum dewasa. Lebih dari 45 orang Indonesia minta dipulangkan dari Suriah karena terlibat teror ISIS juga ada perempuannya," jelas dia.

Untuk itu, kata Mahfud, pemerintah Indonesia dan Australia akan terus bekerja sama untuk melawan terrorisme. Kerja sama itu dapat diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar informasi intelijen, pengetatan penjagaan pelintas batas, pencermatan transaksi uang secara digital, pelatihan deradikalisasi, dan sebagainya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA