Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Putra Bung Tomo Ajak Pemuda Gali Nilai Keluhuran Pahlawan

Sabtu 09 Nov 2019 09:52 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo (kedua kanan)

Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo (kedua kanan)

Foto: Antara/Syaiful Arif
Nilai keluhuran bangsa yang relevan perlu dipahami pemuda untuk menguasai masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- bambang sulistomo yang merupakan putra pahlawan nasional Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo menjelang hari pahlawan berbicara soal berjuang tanpa pamrih dan semangat pantang menyerah sebagai nilai-nilai keluhuran bangsa yang relevan dilakukan pemuda untuk menguasai masa depan. “Jadi, jika ingin berbicara atau melihat masa depan, setiap individu harus paham terlebih dahulu bagaimana cara mencapai tujuan dengan nilai-nilai dasar yang ada dalam UUD 1945,” kata Bambang di Jakarta, Sabtu (9/11).

Baca Juga

Dia mengatakan, anak-anak muda harus tahu betul tujuan nasional Bangsa Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai luhur kebangsaan. "Keseluruhan nilai-nilai itu ada dalam Pembukaan UUD 1945 mulai dari nilai kemanusiaan, kebhinekaan, pemberdayaan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagainya," ujar Bambang.

Ia meminta para pemuda-pemudi Indonesia untuk menggali kembali nilai-nilai keluhuran bangsa itu untuk memaknai Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. "Nilai-nilai keluhuran itu termasuk berjuang tanpa pamrih dan semangat pantang menyerah," katanya.

Para anak-anak muda bangsa perlu untuk selalu diberi dorongan agar bisa berjuang dan meneruskan perjuangan serta mengisi kemerdekaan. Mereka juga harus memegang erat nilai kejujuran dan mau memperjuangkan keadilan. "Kemerdekaan itu keadilan dan kemerdekaan itu memperjuangkan keadilan," kata dia.

Sementara itu, ia mengatakan untuk paham-paham radikal yang mengingkari nilai-nilai kebersamaan, mengingkari kebhinekaan dan mengingkari nilai keadilan, hal itu harus dilawan. Tapi radikal yang menegakkan keadilan, yang menegakkan kesejahteraan, kemakmuran, hukum dan semacamnya, itu harus diteladani. “Kalau bertentangan, baru dilawan," kata dia.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA