Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Hujan Abu Tipis Merapi Landa Sawangan dan Dukun Magelang

Sabtu 09 Nov 2019 10:51 WIB

Red: Nur Aini

Asap sulfatara keluar dari puncak Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (31/10/2019).

Asap sulfatara keluar dari puncak Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (31/10/2019).

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Gunung Merapi mengeluarkan letusan awan panas pada Sabtu pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Beberapa Desa di Kecamatan Sawangan dan Dukun Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu pagi (9/11) terkena hujan abu tipis akibat terjadinya awan panas letusan Gunung Merapi.

Baca Juga

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan tidak ada dampak signifikan akibat letusan Gunung Merapi. Terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu pukul 06.21 WIB.

Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi sekitar 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke arah barat.

"Memang beberapa desa terjadi hujan abu tipis, antara lain di Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan dan Babadan Kecamatan Dukun," katanya.

Ia mengatakan dengan adanya hujan abu tipis tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. "Masyarakat tetap beraktivitas ke ladang seperti biasa," katanya.

Petugas pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan Magelang, Yulianto mengatakan selain beberapa desa di Kabupaten Magelang, hujan abu tipis juga terjadi di Tlogolele wilayah Kabupaten Boyolali. Ia mengatakan letusan pagi ini tidak membuat masyarakat panik, karena mereka sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi.

Ia menyampaikan setelah terjadi letusan tahun 2010, letusan Gunung Merapi cenderung kecil. Hingga sekarang status aktivitas Gunung Merapi tetap waspada.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA