Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Abu Gunung Merapi Menyebar ke Beberapa Wilayah

Sabtu 09 Nov 2019 15:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Letusan Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019).

Letusan Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019).

Foto: Antara/Agus Sarnyata
Abu tipis terdistribusi ke sejumlah wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hingga siang ini, abu tipis dari erupsi Gunung Merapi terdistribusi ke beberapa wilayah di sekitar lereng gunung tersebut. Untuk saat ini, jarak bahaya yang ditetapkan seluas tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Juga

"Abu tipis terdistribusi di beberapa wilayah sekitar lereng Gunung Merapi. Warga yang tinggal di Tlogo Lele, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melaporkan adanya abu tipis," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/11).

Menurut Agus, laporan adanya abu tipis juga terdapat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, seperti di Desa Babadan, Kecamatan Dukun dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Sedangkan di tempat lain, warga di wilayah Turi, Pakem dan Kota Yogyakarta tidak melihat adanya abu vulkanik.

"Masyarakat tetap tenang meskipun Gunung Merapi yang berada di berbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami erupsi hari ini. Warga juga dilaporkan oleh BPBD setempat beraktivitas seperti biasa," terangnya.

Menurutnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada pagi tadi pukul 06.21 WIB. Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi kurang lebih 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 m dari puncak condong ke Barat.

Ia juga menuturkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih merekomendasi jarak bahaya tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut, kata dia, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

"Terkait adanya hujan abu tipis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker saat di luar rumah," jelas dia.

Agus mengungkapkan, rekomendasi lain dari PVMBG, yaitu masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyakarat juga diminta waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA