Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Politikus PDIP Sebut Surya Paloh Terlalu Emosional

Sabtu 09 Nov 2019 16:37 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan keterangan pers terkait acara perayaan HUT PDIP ke-44 di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (9/1).

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan keterangan pers terkait acara perayaan HUT PDIP ke-44 di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (9/1).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Tidak satu partai pun yang mengatakan bahwa rangkulan tersebut bermakna ideologis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera menanggapi sindiran Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh soal partai yang mengaku Pancasilais yang disampaikan pada pembukaan Kongres II Partai Nasdem, pada Jumat (8/11) malam. Andreas menilai Surya Paloh terlalu emosional menanggapi sindiran Jokowi soal pelukan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

Baca Juga

"Reaksi Surya Paloh terhadap sindiran presiden pun menurut saya terlalu emosional, membawa diskursus seolah persoalan pelukan ini masuk dalam wilayah ideologis partai-partai pendukung Jokowi-Ma’ruf," kata Andreas dalam keterangan tertulisnya.

Padahal menurutnya, yang mengomentari rangkulan Paloh dan Sohibul adalah Jokowi dalam kapasitasnya sebagai presiden. Ia menilai presiden berharap banyak, setelah pembentukan kabinet seluruh partai pendukung tetap solid. "Sehingga, meskipun hubungan antarelit partai dinamis tetapi soliditas koalisi tetap terjaga," katanya.

Kemudian ia menilai tidak satu partai pun yang mengatakan bahwa rangkulan tersebut bermakna ideologis. Karena semua juga tahu dinamika antarelit partai saat ini lebih bersifat politik pertemanan. "Sehingga menurut saya, tuduhan Surya Paloh soal partai Pancasilais pun menjadi terlalu emosional dan sama sekali tidak bermakna ideologis," ucapnya.

Sementara itu Surya Paloh membantah bahwa pidatonya kemarin menanggapi sindiran Jokowi. Ia menilai pernyataannya kemarin merupakan bagian dari memberikan pencerahan. "Memberi pencerahan itu baik," ujarnya.

Ia juga menjawab tudingan yang menyebut bahwa dirinya terlalu emosional menangapi candaan Jokowi. "Enggaklah, kalau Pancasila kita anggap emosional ya siapa yang enggak marah bangsa ini. Mana mungkin, Pancasila alat pemersatu ideologi kita," katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA