Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Derita Maryadi-Hanita, Pasutri Miskin yang Sakit Serius

Selasa 12 Nov 2019 23:49 WIB

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar

.

.

Sang istri, Hanita, mengidap kanker dan suami, Maryadi, sakit jantung bocor.

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM --- Kisah penderitaan kaum papa kembali menyeruak di Karanganyar. Kali ini, sepasang suami istri asal Dusun Klatak RT 1/1, Karangpandan, Tawangmangu, Karanganyar, Maryadi-Hernita harus pasrah menerima cobaan berat.

Keduanya divonis menderita penyakit berat yang memaksa mereka harus berjuang bertahan hidup dalam deraan sakit. Kondisi ekonomi yang terbilang jauh dari mampu membuat mereka hanya bisa mengandalkan bantuan. Mereka tak berdaya berobat lantaran keterbatasan dana.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan hasil berjualan roti bakar dengan penghasilan tak seberapa. Hasilnya juga sebagian digunakan untuk biaya pengobatan keduanya.

Sang suami, Maryadi, menderita penyakit  jantung bocor, sedangkan Hanita, istrinya, mengidap penyakit kanker rektum. Maryadi yang merupakan tulang punggung keluarga tidak dapat bekerja memenuhi kebutuhan keuarganya secara layak.

Akibatnya, kondisi perekonomian mereka, semakin hari semakin terpuruk. Untuk dapat bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan bantuan para tetangga.

“Kehidupan keluarga ini cukup memprihatinkan. Mereka membutuhkan perhatian dan bantuan para dermawan,” kata Koordinator Pejuang Sosial Community, Marfuah Dwiyanti, Ahad (10/11/2019).

Menurut Marfuah, kondisi ekonomi yang sulit, memaksa pasangan suami isteri ini, merelakan putera sulungnya dirawat dan dibiayai oleh sang nenek di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sedangkan putra kedua, Ramadan kini bersekolah di salah satu SMK swasta di Solo. Lagi-lagi, biaya sekolah Ramadan selama ini harus disokong oleh kerabat.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan dari berjualan roti bakar dan selebihnya dari bantuan. Untuk sementara, putra sulung mereka, Riyan Setiawan, harus dikirim ke rumah neneknya di Sambas, Kalimantan Barat. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh kerabatnya,” ujar Marfuah.

 

The post appeared first on Joglosemar News.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA