Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Pedagang Pasar Kosambi Segera Tempati Lapak Baru

Selasa 12 Nov 2019 09:02 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah pekerja mengecat basement Pasar Kosambi, Kota Bandung, yang beberapa bulan lalu hangus terbakar, Rabu (17/9).

Sejumlah pekerja mengecat basement Pasar Kosambi, Kota Bandung, yang beberapa bulan lalu hangus terbakar, Rabu (17/9).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Sebanyak 200 PKL juga akan menempati lapak di Pasar Kosambi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Para pedagang korban kebakaran lantai basement Pasar Kosambi segera menempati lapak baru yang telah direnovasi. Terdapat 173 pedagang tetap yang berjualan disana dan 200 pedagang kaki lima (PKL) yang akan masuk di area basement.

"Bulan ini, renovasi semi-basement di tempat kebakaran (Pasar Kosambi) sudah selesai. Mudah-mudahan 173 pedagang eksisting disitu bisa segera masuk," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Selasa (12/11).

Sebanyak 200 PKL yang berada di sekitar Jalan Baranangsiang dan Jalan Ahmad Yani hingga mendekati perlintasan kereta api bisa masuk berdagang ke area tersebut. Ia berharap di sepanjang jalan dan trotoar tidak lagi ada PKL.

"Mudah-mudahan (tidak ada PKL di jalur itu)," katanya.

Baca Juga

Ia pun mengungkapkan seluruh pedagang dan PKL masuk menggunakan lapak atau kios tidak berbayar. Namun, per bulan dikenakan iuran atau retribusi, salah satunya untuk kebersihan.

photo
Sejumlah pedagang membangun kios di halaman parkir Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (11/6).

Dia mengungkapkan lokasi parkir di sekitar Pasar Kosambi bisa menampung kurang lebih 200 kendaraan. Ia pun mengaku telah melakukan rapat dengan instansi terkait tentang perkembangan Pasar Kosambi.

"Bulan ini saya minta progress-nya (Pasar Kosambi)," ujarnya.

Kebakaran terjadi di Pasar Kosambi, Sabtu malam (18/5). Dalam peristiwa tersebut ratusan lapak pedagang yang berada di lantai basement pasar habis dilalap si jago merah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Atet Dedi Handiman menambahkan, saat ini akan menata 104 PKL Cikapundung Barat menggunakan dana CSR salah satu perusahaan. Ia memastikan penataan tidak akan berlangsung lama.

"Lapak yang dibikin satu set, dibagi-bagi. Untuk bentuk lapak, bergantung jenis jualan. kalau untuk pedagang stempel, masing-masing satu. Satu tenda berbarengan untuk pedagang kuliner," katanya.

Sedangkan penataan PKL Cicadas katanya menyisakan koridor 1 dan 2 dengan jumlah pedagang yang relatif sedikit. Ia optimistis bulan ini penataan sudah selesai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA