Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Baru Diterima Empat Hari, 33 Unit Laptop di SMP Depok Hilang

Selasa 12 Nov 2019 16:36 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Reiny Dwinanda

Wakil Kepala Sekolah SMK 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Dadang Somantri menunjukkan lokasi penempatan sebanyak 19 unit komputer yang hilang digondol maling Rabu (24/1).

Wakil Kepala Sekolah SMK 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Dadang Somantri menunjukkan lokasi penempatan sebanyak 19 unit komputer yang hilang digondol maling Rabu (24/1).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Diduga masuk dengan mencongkel jendela, maling gondol 33 laptop SMP di Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Ruang kantor SMPN 16 Cimpaeun Depok dibobol maling. Sebanyak 40 unit laptop di sekolah yang berada di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, diketahui hilang pada Senin (11/11).

Baca Juga

"Kami sudah laporkan kejadian ini ke polisi," kata Kepsek SMPN 16 Depok, Iyang Baktiar, Selasa (12/11).

Menurut Iyang, peristiwa kemalingan tersebut baru diketahui usai upacara bendera pada Senin (11/11) pagi. Saksi mata melihat jendela ruangan kantor sudah terbuka dan ada bekas congkelan di jendela.

"Kami baru tahu setelah masuk kantor dan mendapati kardus laptop berserakan di lantai," ujar Iyang.

Iyang menjelaskan, di sekolahnya total ada 40 unit laptop dan 33 unit di antaranya merek HP dicuri. Ia memperkirakan, nilai kerugian sekolah mencapai Rp 330 juta.

"Dengan estimasi harga laptopnya Rp 10 juta per unit," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, laptop tersebut merupakan bantuan pemerintah. Laptop baru empat hari diterima SMPN 16 Cimpaeun Depok.

"Iya, laptop tersebut bantuan pemerintah. Kami sudah panggil kepala sekolahnya untuk membuat laporan tertulis," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin.

Aparat kepolisian dari Polsek Cimanggis, Kota Depok masih terus melakukan penyelidikan atas kasus pencurian tersebut. "Kami sedang melakukan penyelidikan dan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi-saksi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, AKP Eman Sulaiman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA