Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Sukabumi Jadi Pilot Project Kesiapsiagaan Hadapi Gempa

Rabu 13 Nov 2019 04:30 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Gempa

Ilustrasi Gempa

Foto: Pixabay
Kota Sukabumi dipilih berdasarkan kajian yang matang.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Palang Merah Amerika (American Red Cross) dan USAID memilih Kota Sukabumi, Jawa Barat sebagai lokasi pilot project program kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Program ini hanya dilakukan di dua wilayah Indonesia yakni Kota Sukabumi dan Kabupaten Banyuwangi.

Dalam pelaksanaanya dilakukan peninjauan yang dilakukan Kedutaan Besar Amerika Serikat, PMI Amerika, USAID, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat ke Balai Kota Sukabumi, Selasa (12/11).

Tim dari Amerika yang datang yakni Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat Mr Josh, Country Representatif PMI Amerika atau American Red Cross (Amcross) untuk Indonesia dan Asia Pasifik Mr Kendall D Repass, dan Mike McCoy dari USAID Fellowship Person serta didampingi PMI pusat dan PMI Kota Sukabumi.

‘’ Kami datang untuk meninjau dan berdiskusi dengan pemangku kepentingan terkait komunikasi kebencananan,’’ ujar Country Representatif PMI Amerika atau American Red Cross (Amcross) untuk Indonesia dan Asia Pasifik Mr Kendall D Repass kepada wartawan seusai pertemuan di Balai Kota Sukabumi. Terutama untuk melihat kendala dan hambatan terkait infrastruktur sistem komunikasi di Sukabumi, pada saat nanti bencana bagaimana kesiapsiagaan sistem itu berjalan

Kota Sukabumi, terang Kendall, dipilih berdasarkan kajian yang matang dimana di Indonesia hanya ada dua wilayah yakni Kota Sukabumi dan Kabupaten Banyuwangi. Di mana karena sifatnya pilot project dan jika berhasil akan replikasi di wilayah lainnya di Indonesia.

'' Nantinya akan ada laporan dan kajian akan disampaikan kepada pemerintah,'' terang Kendall. Khususnya mengenai kondisi dan kesiapan Sukabumi terkait sistem bencana. Hal ini akan berguna dalam penanganan bencana.

Menurut Kendall, program di Sukabumi ini mendapatkan respon yang positif dari warga dan pemerintah kota. Kondisi ini akan mendukung suksesnya program kesiapsiagaan bencana gempa bumi.

Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada mengatakan, Sukabumi merupakan kota kecil yang terdiri dari 7 kecamatan dan 33 kelurahan. Lokasi Sukabumi strategis yakni 90 kilometer dari ibukota provinsi Jawa Barat Bandung dan dekat dengan ibukota negara Jakarta sejauh 100 kilometer. 

‘’ Namun Sukabumi terletak di patahan Cimandiri sehingga rawan bencana,’’ ungkap Dida. Oleh karena itu pemkot menyambut positif kedatangan rombongan yang bisa memberikan banyak masukan penanganan bencana karena posisi rawan bencana tersebut. 

Khususnya dalam penanganan bencana melalui teknologi telekomunikasi atau komunikasi yang dikembangkan. Saat ini Pemkot Sukabumi mempunyai tim cukup baik yakni BPBD yang setiap saat siap menghadapi bencana.

Di samping itu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam menyiapkan aplikasi Sukabumi Particapated Responder (Super) yang didalamnya ada panic button salah satunya merespon bencana. Selain itu PMI Kota Sukabumi siap membantu dan menanggulangi bencana.

Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo menambahkan, kedatangan rombongan ini untuk melihat komunikasi kebencanaan di Sukabumi, ‘’ Komunikasi penting ketika terjadi gempa bumi dalam penyebarluasan informasi yang akurat,’’ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA