Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

KPC Gelar Lomba Terapi Berhenti Merokok

Sabtu 16 Nov 2019 09:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Berhenti merokok (ilustrasi)

Berhenti merokok (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Terapi merokok dalam rangka memotivasi karyawan dan kontraktor untuk hidup sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Perusahaan pertambangan batubara, PT Kaltim Prima Coal (KPC) mengadakan lomba edukasi dan terapi berhenti merokok tahun 2019. Lomba ini dalam rangka memotivasi karyawan dan kontraktor untuk hidup sehat.

Baca Juga

Kegiatan tersebut diikuti oleh 180 peserta. Terdiri atas karyawan KPC dan masyarakat umum dan dilaksanakan di Hotel Victoria, Kutai Timur. Dalam kegiatan bertajuk "Edukasi dan Hipnotis Berhenti Merokok Selamanya ini, panitia (KPC) mendatangkan narasumber hipno terapi DR Hanung Prasetyo.

Ketua Panitia, Superintendent Medical Service KPC, Gianto mengatakan kegiatan itu adalah untuk membuat karyawan memiliki kepedulian tentang kesehatan. "Di KPC sendiri dari data-data karyawan yang ada terdapat 33 persen atau sekitar 1.500 karyawan KPC, yang merokok. Kemudian, angka penyakit yang berhubungan dengan rokok terus meningkat di KPC. Sehingga satu-satunya cara, untuk mencegah peningkatan penyakit adalah membuat karyawan bisa hidup dengan gaya yang sehat, salah satunya tidak merokok,” ungkap Gianto.

Gianto menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, ada sesi edukasi dan terapi. Terapi yang digunakan dalam berhenti merokok adalah hipno terapi, dengan mengundang hipno terapi yang memiliki backround, hipno terapi medis. "Jadi, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," katanya.

Ia menjelaskan, perokok akan diberikan sugesti supaya saat memutuskan berhenti merokok, efek dari berhenti merokok seperti gangguan kesehatan, pusing karena berhenti merokok bisa diminimalisir. Lebih jauh dikatakan, untuk memotivasi peserta panitia juga menyiapkan hadiah. Dimana bagi yang berhasil berhenti merokok akan diberikan hadiah.

"Untuk menentukan seseorang berhenti merokok atau tidak dalam proses berhenti merokok itu, kita mengetes urinenya. Jadi, diperiksa urinenya apakah ada nikotin atau tidak. Sebelum berlomba semua peserta dites, semua ada nikotinnya (berarti perokok). Setelah tiga bulan akan dites kembali,” ujarnya.

Untuk hadiah, sambung Gianto, besaran hadiah yang disiapkan sebesar Rp 50 juta, yang dibagi dalam beberapa kategori. Gianto megatakan, yang ditonjolkan dalam kegiatan tersebut adalah motivasi untuk hidup sehat. Karena jika hanya untuk mendapatkan hadiah, setelah itu akan merokok lagi. "Kita memberikan edukasi bahayanya merokok, sehingga orang makin sadar dan bisa memutuskan untuk tidak merokok lagi,” tutupnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA