Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Jokowi Minta Aparat Utamakan Pencegahan Soal Masalah Hukum

Rabu 13 Nov 2019 14:15 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
'Kalau ada persoalan hukum dan itu sudah kelihatan di awal-awal, preventif dulu.'

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan aparat penegak hukum agar mendahulukan tindakan pencegahan dalam mengatasi dugaan pelanggaran hukum. Ia ingin aparat mengingatkan terlebih dahulu terkait adanya dugaan pelanggaran hukum sebelum melakukan tindakan.

Baca Juga

"Kalau ada persoalan hukum dan itu sudah kelihatan di awal-awal, preventif dulu, diingatkan dulu jangan ditunggu kemudian peristiwa terjadi baru di... Setuju semuanya?," kata Jokowi saat meresmikan rakornas forkopimda di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11). 

Jokowi tak ingin aparat menunggu adanya dugaan pelanggaran hingga terjadinya kasus hukum, baru melakukan tindakan. Menurutnya, kebiasaan aparat ini harus segera dihentikan. 

"Jelas sudah keliru sejak awal, diingatkan dong. Jangan ditunggu, baru setelah rampung ditebas. Enggak bisa seperti ini. Harus kita akhiri seperti ini. Jangan sampai ini kejadian, baik itu di kejari, kejati, polres, polda," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar aparat tak melakukan kriminalisasi kebijakan atau mencari-cari kesalahan. Jika tak ada niat jahat, kata dia, maka aparat hukum tak perlu mencari-cari kesalahan pejabat. 

"Jangan ada kebijakan dikriminalisasi, dicari-cari. Saya mendengar ini banyak sekali. Kalau tidak ada mens rea, tidak ada niat jahat, ya jangan dicari-cari," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA