Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Jokowi ke Aparat Hukum: Jangan Pura-Pura Salah Gigit

Rabu 13 Nov 2019 12:07 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo berjalan usai memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Presiden Joko Widodo berjalan usai memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jokowi ingat aparat tak gigit pelaku bisnis yang berinovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rakornas antara pemerintah pusat dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Sentul, Bogor, Rabu (13/11). Dalam sambutannya, Jokowi sempat memperingatkan aparat penegak hukum, termasuk kapolda, kapolres, kajati, hingga kajari untuk ikut mendukung masuknya investasi ke daerah.

Baca Juga

Presiden pun meminta aparat penegak hukum agar tak asal 'gigit'.  Jokowi secara khusus meminta penegak hukum tidak 'menggigit' pejabat atau pelaku bisnis yang berinovasi.

"Tugas saudara adalah menegakkan hukum. Mendukung agenda strategis bangsa, dan saya ingatkan juga, jangan menggigit orang yang benar. Kalau salah silakan digigit, tapi yang benar jangan sampai digigit dan jangan pura-pura salah gigit," kata Jokowi.

Tugas penegak hukum, jelas Jokowi, yang utama adalah 'menggigit' siapa pun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda besar strategis bangsa. Meski begitu, Jokowi tidak secara lugas menjelaskan makna dari diksi 'gigit-menggigit' ini.

Dalam pidatonya Jokowi juga mengaku tak akan memberikan toleransi kepada aparat penegak hukum yang hobi menakut-nakuti atau memeras birokrat dan pejabat. Menurutnya, praktik seperti inilah yang menghambat adanya inovasi di daerah, bahkan mengganjal investasi.

"Yang kerjaannya memeras pelaku usaha, saya dengar banyak sekali. Saya perintahkan ke entah ke kapolri, ke jaksa agung, ini di kejati ini kejari ini, di polda ini, di polres ini, saya minta tolong cek, copot pecat, gitu saja sudah. Itu stop yang kayak gitu stop jangan diterus-teruskan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA