Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Pimpinan MPR-Surya Paloh Bahas Amendemen UUD 1945

Rabu 13 Nov 2019 14:35 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Bamsoet sebut Surya Paloh menyampaikan agar publik bisa sampaikan aspirasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan antara pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (13/11). Salah satunya membahas soal amandemen terbatas UUD 1945.

Baca Juga

"Tadi kami berdiskusi dengan bang Surya dan mendapatkan masukan-masukan terkait rekomendasi amandemen terbatas dan perlunya diadakan kembali GBHN dalam sistem konstitusi kita," kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo usai melakukan pertemuan di DPP Partai NasDem.

Amandemen terbatas UUD 1945 dan perlunya diadakan kembali GBHN merupakan hasil rekomendasi MPR periode 2014-2019. Menurut Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, Surya Paloh menyampaikan beberapa hal.

Salah satunya agar MPR membuka cakrawala dan memberi kesempatan publik untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya serta urun rembuk akan dibawa ke mana bangsa ini ke depan. "Karena bicara MPR dalam sejarah awal kemerdekaan tidak hanya bicara soal kepentingan pemerintah atau arah pemerintah ke depan tapi juga kepentingan bangsa dan arah bangsa kita ke depan," kata Bamsoet.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan kehormatan ke DPP Partai NasDem lantaran NasDem termasuk partai yang ikut mendorong atau setuju dilakukannya amandemen terbatas selain tujuh partai yang lain. "Hanya Golkar, PKS dan Demokrat yang ketika itu menginginkan tidak amandemen tapi melalui UU atas GBHN," kata Bamsoet.

Namun, pimpinan MPR mendapatkan gambaran baru dari Surya Paloh bahwa amandemen UUD tidak hanya terbatas, tetapi sangat tergantung pada perkembangan kekinian. "Maka, Bang Surya tadi menyampaikan amandemen menyeluruh yang mengevaluasi berdasarkan daftar isian masalah kita ssebagai bangsa dan negara. dari mulai pembukaan, sampai pasal demi pasalnya. Mana saja yang perlu kita amandemen, ubah, sesuai dengan kebutuhan bangsa kita," katanya.

Kendati demikian, perubahan atau amandemen itu tidak boleh asal atau gampangan melainkan harus betul-betul cermat. "Kalau memang kita mau ubah, ubah sesuai dengan kebutuhan bangsa. Tidak boleh mengada-ngada. Kita tidak boleh mendegradasi komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, pertemuan tadi memang merupakan pertemuan yang dimanfaatkan untuk saling berbagi ide para pimpinan satu sama lain, menerima dan memberikan masukan juga. "Semuanya memang diniatkan sungguh-sungguh sebagaimana peran dan eksistensi lembaga tinggi negara kita MPR ini bisa jauh lebih berperan, lebih ekfektif dan bisa memberikan sesuatu penguatan bagi proses kehidupan kebangsaan yang kita sedang dijalankan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA