Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan

Rabu 13 Nov 2019 15:04 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Polisi bersenjata memeriksa mobil warga yang akan masuk ke Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/11/2019)

Polisi bersenjata memeriksa mobil warga yang akan masuk ke Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/11/2019)

Foto: Antara/Didik Suhartono
Setiap barang bawaan pengunjung yang masuk ke Polda Metro diperiksa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat kepolisian memperketat penjagaan dan pengawasan di pintu masuk Mapolda Metro Jaya pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu pagi. Setiap barang bawaan pengunjung diperiksa secara teliti.

"Kita sedang tingkatkan pengamanan, kita cek barang bawaan bagi siapa saja yang masuk ke Polda Metro Jaya. Kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Peningkatan pengamanan tersebut digelar di pintu masuk SCBD dan pintu masuk Semanggi Polda Metro Jaya. Petugas juga memperketat pengawasan dengan menggeledah barang bawaan bagi siapa saja yang masuk ke Polda Metro Jaya.

Polisi yang berjaga di pintu masuk Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat maupun roda dua.

Petugas di pos jaga pintu masuk dengan menggunakan pengeras suara terus mengingatkan pemotor untuk membuka helm dan jaket serta memeriksa barang bawaan pemotor. Sedangkan kendaraan roda empat diminta untuk membuka kaca jendela.

"Motor harap dilepas jaket dan helm, untuk mobil harap turunkan kaca jendelanya," kata salah satu anggota polisi di pos jaga melalui pengeras suara di lokasi.

Polisi juga menggunakan detektor untuk memeriksa barang bawaan dan bagasi kendaraan yang masuk ke Polda Metro Jaya.

Pada Rabu pagi, serangan bom bunuh diri mengguncang Polrestabes Medan. Ledakan tersebut saat itu, banyak warga yang datang untuk membuat SKCK.

Pelaku bom bunuh diri tersebut memakai jaket ojek daring dan masuk ke Polrestabes Medan dengan berdalih ingin membuat SKCK. Akibat serangan itu lima personel Polri dan satu warga sipil dilaporkan terluka.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA