Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Usai Dirawat Sebulan, Orang Utan Dilepasliarkan

Jumat 15 Nov 2019 05:07 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Dua ekor orang utan (Pongo pygmaeus) berada di lokasi pra-pelepasliaran

Dua ekor orang utan (Pongo pygmaeus) berada di lokasi pra-pelepasliaran

Foto: Antara/Bayu Pratama
Orang utan bernama Junai terkena dua peluru tepat di belakang bola mata.

REPUBLIKA.CO.ID, KETAPANG - Satu orang utan dilepasliarkan usai mendapatkan perawatan medis selama satu bulan. Orang utan bernama Junai itu sejak 20 September lalu setelah didapati dalam kondisi cedera dan kelaparan. Junai ditemukan tim gabungan dengan tubuh yang kurus. Usai diperiksa tim medis, Junai terkena dua peluru di bagian dalam tengkorak tepat di belakang bola mata.

Junai dilepaskan ke Gunung Palung sejak Senin (11/11) dengan kondisi sebelah matanya buta. Dua butir perluru yang bersarang di tengkorak Junai tidak dapat diangkat karena bila dipaksakan melakukan operasi akan membahayakan nyawa Junai.

"Kehilangan satu mata tidak akan berpengaruh banyak dalam kemampuan orang utan bertahan hidup," kata Manager Survey, Release, dan Monitoring Yayan IAR Indonesia Argitoe Ranting, melalui siaran pers yang diterima Republika, Selasa (12/11).

IAR Indonesia bersama tim gabungan melakukan kegiatan pelepasan dengan menempuh waktu 12 jam menggunakan kendaraan mobil ditambah jalan kaki menuju titik pelepasan di Gunung Tarak. Argitoe mengatakan Pelepasliaran di Gunung Tarak ini merupakan kali pertama sejak terakhir kali melepasliarkan orangutan bersama BKSDA Kalbar dan KPH Ketapang Selatan pada 2017. Sampai sekarang pihaknya telah melepasliarkan 15 individu orang utan sejak 2014.

Untuk memastikan kondisi Junai terus selamat dan mampu melanjutkan hidupnya, IAR Indonesia menempatkan tim patroli dan monitoring yang telah berada di sana sebagai bagian dari prosedur yang ditetapkan IAR Indonesia dalam program pelepasliaran orangutan.

Artigoe yakin dengan kondisi satu mata untuk melihat tidak akan membuat Junai gagal bertahan hidup. Sebab orang utan kata dia merupakan satwa cerdas yang punya tingkat kemampuan adaptasi yang bagus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA