Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

FKOR UNS dan Kemenpora Gelar SDI di Dua Kota

Rabu 13 Nov 2019 15:44 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda

Kemenpora menggelar tes pengukuran Sport Development Index (SDI). (Ilustrasi)

Kemenpora menggelar tes pengukuran Sport Development Index (SDI). (Ilustrasi)

Foto: Dokumen.
SDI merupakan metode pengukuran alternatif mengukur kemajuan pembangunan olah raga.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Keolahragaan (Kemenpora) mengelar pengukuran Sport Development Index (SDI) yang dilaksanakan pada Selasa-Rabu (12-13/11) di GOR Baturan, Kabupaten Karanganyar dan GOR FKOR UNS Solo.

Sport Development Index (SDI) merupakan istilah dalam olah raga semacam metode pengukuran alternatif untuk mengukur kemajuan pembangunan olah raga di Indonesia. Pada 2019, SDI diselenggarakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Penyelenggaraan di Jawa Tengah merupakan kegiatan pengukuran terakhir, yang bertempat di Karanganyar dan Solo. Jumlah peserta total sekitar 200 peserta dari kalangan masyarakat di dua kota tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Sanggar dan Kebugaran Kemenpora, Waluyono, mengatakan pelaksanaan SDI di Jawa Tengah merupakan yang terakhir dari 34 Provinsi. Pengukuran SDI 2019 sudah dimulai sejak September dan berakhir pada November.

Dalam SDI ini Kemenpora mengambil sampel di beberapa kota di sistem acak dari Aceh sampai Papua. Setiap provinsi diambil dua lokasi atau dua titik yang diukur menggunakan responden 100 orang di setiap titik kota. Artinya, ada 68 titik dari jumlah responden 6.800 dari Aceh sampai Papua.

Baca Juga

"Dan selama ini tingkat kebugaran masyarakat Indonesia masih sangat rendah," ujarnya seperti tertulis dalam siaran pers, Rabu (13/11).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian beberapa Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Kemenpora. Tujuannya untuk melihat peta pembangunan olah raga Indonesia.

"SDI merupakan sesuatu yang penting karena sebagai indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olah raga berdasarkan empat dimensi dasar meliputi ketersediaan ruang terbuka untuk olah raga, tenaga keolahragaan, partisipasi warga masyarakat dalam berolahraga secara teratur, dan derajat kebugaran jasmani yang dicapai oleh masyarakat," kata Waluyono.

Waluyono menjelaskan alasan Kemenpora bekerja sama dengan FKOR UNS karena akademisi UNS konsen sejak awal dan dianggap sudah piawai dalam masalah Pengukuran Sport Development Index (SDI) dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Dekan FKOR UNS, Sapta Kunta Purnama menambahkan, SDI merupakan sebuah parameter dalam mengukur pembangunan olahraga di daerah maupun negara. Karena metodenya bisa mengukur kemajuan pembangunan olahraga. UNS mendapatkan kepercayaan dari Kemenpora untuk menjadi koordinator data dan menganalisis hasil di 34 provinsi. Selanjutnya data analisis SDI 2019 akan diberikan kepada Kemenpora.

"Seberapa baik hasil dari perhitungan tersebut selanjutnya bisa dibuat untuk evaluasi bagaimana pembangunan olahraga di suatu daerah ataupun negara bisa berdampak pada olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi," terang Sapta Kunta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA