Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Bom Medan, Polda Jatim Tetap Larang Ojol dan Diperketat

Kamis 14 Nov 2019 00:18 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

Bom dan ledakan di Medan membuat markas polisi memperketat keamanan

Bom dan ledakan di Medan membuat markas polisi memperketat keamanan

Bom Medan membuat sejumlah markas polisi meningkatkan keamanan.

jatimnow.com - Pascaledakan bom bunuh diri di Mapolres Medan, sejumlah markas polisi meningkatkan pemeriksaan semua pengunjung, salah satunya Polda Jatim. Namun Polda Jatim memastikan bila sudah melarang ojek online masuk ke dalam.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penjagaan di Mapolda Jatim itu memang tengah ditingkatkan. Namun ia memastikan bila penjagaan ketat di Mapolda Jatim itu, sudah dilakukan sejak setahun lalu, tepatnya setelah peristiwa ledakan bom gereja dan Mapolrestabes Surabaya.

"Penjagaan hari ini kita perketat seluruhnya dengan mengantisipasi hal-hal yang berkembang menyangkut tentang kejadian di Medan. Semua diperketat sekarang, meskipun sebenarnya sudah dari setahun lalu," ujar Frans Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (13/11/2019).

Baca juga:  Polisi di Surabaya Minta WargaTetap Tenang Pascaledakan Bom Medan

Terkait ojek online (ojol), Frans Barung juga menegaskan bila sudah satu tahun terakhir, Polda Jatim melarang ojek onlineo masuk ke Mapolda Jatim. Sehingga ketika ada ojek online yang mengantar pesanan, baik itu paket maupun makanan, harus diambil di pintu masuk, tepatnya di pos penjagaan.

"Bukan mendiskriminasi tidak, tetapi untuk mengantisipasi ojek online ini, apa pun juga bentuknya kita larang masuk ke Polda Jawa Timur. Jadi kalau ada sesuatu misalnya kiriman paket, kemudian juga makanan, itu diambil di penjagaan di depan," terangnya.

Tidak hanya terhadap ojek online, penjagaan terhadap semua yang masuk ke area Polda Jatim memang diperketat. Setiap mereka yang masuk di penjagaan Polda Jatim, harus membuka jaket dan pelindung kepala, seperti helm.

"Jaket dibuka untuk mengantisipasi apa hal yang di bawanya. Umumnya berkaca dari pengalaman itu, kita melihat sesuatu yang terselip di jaket ini juga bisa diantisipasi. Ini salah satu hal yang perlu kita tegaskan Jawa Timur sudah mengantisipasi ini sudah setahun yang lalu," tambah Frans Barung.

Diketahui, RMN, terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan melakukan aksinya dengan memakai atribut ojek online. Dia meledakkan diri di sekitar kantin, sekitar pukul 08.45 Wib.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA